Persiapan Peparda, NPCI Kab Bandung Berjalan meski Anggaran Mengalami Penurunan
- 11 Mei 2026 17:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung- Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026 yang tinggal menghitung bulan, persiapan atlet di berbagai daerah mulai memasuki tahap intensif. Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang tetap berupaya menjaga konsistensi pembinaan atlet disabilitas meski menghadapi tantangan besar dalam sektor pendanaan.
Ketua National Paralympic Committee Indonesia Kabupaten Bandung, Seni Aprilianty, mengatakan persiapan menuju Peparda sejatinya sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, program pembinaan sempat mengalami hambatan, seiring dengan proses penataan anggaran pada awal 2026.
“Persiapan sebetulnya sudah berjalan dari beberapa tahun ke belakang. Cuma memang sempat tersendat karena kami menunggu kepastian anggaran untuk pelaksanaan Training Center atau TC tahun 2026,” ujar Seni saat memberikan keterangan mengenai kesiapan kontingen Kabupaten Bandung.Senin 11 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut sempat membuat jajaran pelatih dan pengurus berada dalam situasi tidak menentu. Bahkan hingga Februari 2026, pihaknya belum mendapatkan kepastian terkait dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk program pembinaan atlet.
Meski demikian, kepastian akhirnya datang setelah pemerintah daerah menetapkan anggaran untuk NPCI Kabupaten Bandung, walaupun nilainya mengalami penurunan cukup besar. Seni menyebut anggaran pembinaan turun hingga sekitar 65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada akhirnya ada kepastian juga, walaupun anggaran kami turun sekitar 65 persen. Tapi alhamdulillah kami masih bisa memaksakan TC berjalan, karena bagi NPCI, TC itu sangat penting,” katanya.
Ia menjelaskan, karakter pembinaan atlet disabilitas berbeda dengan pembinaan olahraga pada umumnya. Banyak atlet NPCI yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun hambatan fisik untuk berlatih secara mandiri tanpa dukungan penuh dari organisasi.
“Kalau TC tidak dilaksanakan, atlet-atlet kami bisa tidak berlatih sama sekali. Banyak faktor penyebabnya, mulai dari ekonomi sampai kondisi fisik atlet yang membuat mereka sulit datang ke tempat latihan,” ungkap Seni.
Karena alasan tersebut, NPCI Kabupaten Bandung memutuskan tetap menjalankan Training Center sejak Maret 2026. Bahkan, menurut Seni, program pembinaan sejatinya sudah berlangsung terus-menerus sejak 2023 dan baru terhenti sementara pada Desember 2025 akibat dinamika penyesuaian anggaran tahun berikutnya.
“Dari tahun 2023 kami sebenarnya tidak pernah berhenti TC. Baru berhenti di Desember 2025 karena saat itu pemerintah daerah masih dalam proses penyesuaian anggaran untuk 2026. Jadi kondisinya sempat gamang,” tuturnya.
Seni juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang dinilai konsisten mendukung pembinaan olahraga disabilitas. Menurutnya, keberlangsungan TC selama beberapa tahun terakhir tidak lepas dari komitmen kepala daerah terhadap pengembangan atlet NPCI.
“Kang DS selalu mendorong supaya pembinaan jangan sampai putus. Saya bilang kuncinya cuma satu, TC harus berjalan sepanjang tahun. Alhamdulillah itu disetujui dan didukung penuh,” katanya.
Namun demikian, perubahan lokasi pelaksanaan Peparda turut memengaruhi strategi dan perencanaan anggaran NPCI Kabupaten Bandung. Awalnya, pihaknya menyiapkan skenario keberangkatan ke Indramayu sebagai tuan rumah.
Dalam skenario awal tersebut, keterbatasan anggaran membuat NPCI Kabupaten Bandung hanya memperkirakan mampu memberangkatkan sekitar 30 atlet. Perhitungan itu dilakukan secara rinci bersama jajaran bidang pembinaan prestasi atau Binpres.
“Kalau Peparda tetap di Indramayu, dengan anggaran yang ada kami hitung-hitung cuma bisa memberangkatkan sekitar 30 atlet saja,” ujar Seni.
Situasi berubah setelah ada kepastian bahwa sejumlah pertandingan Peparda akan berlangsung di Kota Bandung. Kondisi itu dinilai sangat membantu efisiensi anggaran karena sebagian besar atlet Kabupaten Bandung sudah terbiasa menjalani latihan maupun mengikuti kejuaraan di Kota Bandung.
“Kalau di Kota Bandung kan jauh lebih ringan. Istilahnya masih bisa ditempuh dan lebih hemat. Anak-anak juga sebagian besar tempat latihannya memang di Kota Bandung,” katanya.
Selain itu, NPCI Kabupaten Bandung juga mendapat angin segar setelah terbitnya surat edaran dari Gubernur Jawa Barat terkait dukungan pemerintah daerah terhadap persiapan Porprov dan Peparda 2026. Surat tersebut, kata Seni, disambut positif oleh pemerintah daerah.
Saat ini, pihak NPCI dan KONI Kabupaten Bandung masih menunggu panggilan resmi dari Bupati Bandung untuk membahas dukungan penambahan anggaran menjelang pelaksanaan Peparda.
“Kami sekarang menunggu dipanggil Pak Bupati untuk membahas kesiapan NPCI dan KONI. Mudah-mudahan ada tambahan dukungan karena itu akan mengubah banyak rencana,” ungkapnya.
Seni menambahkan, tambahan anggaran nantinya tidak hanya berdampak pada jumlah atlet yang diberangkatkan, tetapi juga terhadap kualitas fasilitas penunjang kontingen Kabupaten Bandung selama Peparda berlangsung.
“Kalau ada tambahan anggaran, semuanya bisa berubah. Bisa jadi jumlah atlet bertambah, atau kualitas perlengkapan atlet juga meningkat. Jadi kami memang masih menunggu kepastian itu,”tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....