Persiapan Serius KONI Subang menuju PORPROV XV 2026 Berkualitas

  • 06 Mei 2026 10:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Tahun 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang dituntut untuk bergerak cepat dalam menyiapkan atlet secara maksimal. Upaya ini menjadi krusial mengingat ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung pembuktian kualitas pembinaan olahraga daerah.

Persiapan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek teknis yang lebih mendalam. Salah satunya melalui standarisasi kepelatihan dan pemetaan kondisi fisik atlet secara akurat sebagai fondasi utama pencapaian prestasi.

Program strategis yang diusung mencakup Peningkatan Kompetensi Pelatih serta Tes Parameter Atlet Kabupaten Subang. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pembinaan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Di tengah dinamika keterbatasan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Subang, muncul komitmen kuat dari Calon Ketua Umum KONI Subang, D.K.P Tine Yowargana. Sosok yang akrab disapa TingTing itu menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan atlet dan pelatih.

Tine menegaskan kesiapannya untuk mengalokasikan dana pribadi sekitar Rp150 juta demi memastikan program tetap berjalan. “Saya tidak peduli mau terpilih atau tidak jadi Ketua Umum KONI Subang, yang penting jangan korbankan kebutuhan pelatih dan atlet,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.

Menurutnya, PORPROV yang semakin dekat menuntut keseriusan semua pihak tanpa terjebak pada kepentingan pribadi. “Ini bukan lagi soal ego pribadi, tapi untuk kebanggaan Subang,” tegasnya menambahkan.

Langkah tersebut diambil agar persiapan mental dan fisik atlet tidak terganggu oleh persoalan birokrasi. Terlebih, persaingan dalam PORPROV XV 2026 diprediksi akan berlangsung ketat dengan kualitas atlet yang semakin merata.

Di sisi lain, program peningkatan kompetensi pelatih difokuskan pada pendekatan sport science. Edukasi ini bertujuan untuk meng-upgrade metode latihan dari konvensional menjadi berbasis ilmu pengetahuan terkini.

Pelatih diharapkan mampu merancang program latihan yang adaptif sesuai kebutuhan atlet. Selain itu, pembinaan berkelanjutan berbasis sport science menjadi kunci dalam menciptakan atlet yang kompetitif dan tahan terhadap tekanan kompetisi.

Tak hanya pelatih, atlet juga akan menjalani tes parameter secara sistematis dan ilmiah. Melalui proses mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga analisis data, hasilnya diharapkan mampu menjadi dasar penyusunan program latihan yang tepat, sekaligus mencegah risiko cedera dan meningkatkan performa secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....