Atlet Jabar Dipanggil Perkuat Indonesia di Kejuaraan Dunia Muaythai
- 30 Apr 2026 15:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) secara resmi memanggil sejumlah atlet untuk mengikuti ajang World Muaythai Championship. Kejuaraan dunia tersebut menjadi momentum penting bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan di level internasional sekaligus membawa nama bangsa.
Para atlet yang dipanggil merupakan hasil talent scouting dari berbagai kejuaraan nasional maupun internasional yang telah diikuti sebelumnya. Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan performa, konsistensi, serta potensi atlet dalam menghadapi persaingan global.
PBMI menegaskan bahwa pemanggilan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan. Atlet yang terpilih diharapkan mampu menjawab tantangan serta menunjukkan kualitas terbaik saat berlaga di panggung dunia.
Keikutsertaan Indonesia pada kejuaraan dunia Muaythai di Malaysia kali ini juga mencatatkan sejarah tersendiri. Jumlah atlet yang dikirim menjadi yang terbanyak sepanjang keikutsertaan PBMI dalam ajang serupa.
Selain itu, kejuaraan ini dinilai sebagai salah satu tahapan penting menuju SEA Games Malaysia 2027. PBMI menjadikan ajang tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan tim nasional yang lebih matang dan kompetitif.
Untuk kategori youth, PBMI masih membuka peluang tambahan bagi pengurus provinsi di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet muda dalam mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.
Dari Jawa Barat, sejumlah atlet turut dipanggil memperkuat tim Indonesia, baik di kategori elite maupun junior. Pada kategori elite antara lain Tofan Novian (60 kg), M Redho Ram Abhibhawa (51 kg), Adisty Gracelia Lolaroh (57 kg), Delfan Dwi Satrio (48 kg), Syakira Intan Fadilah (48 kg), Dzakiah Ayah Ghanie, Ananda Amarensi Milka Youlmen (51 kg), serta Edwin Pratama Putra (63,5 kg).
Sementara di kategori junior, Jawa Barat diwakili oleh Devan Rafadra Harto (38 kg), Regan Favian Harto (45 kg), Anabella Silvyana Sudrajat (48 kg), Jeisya Earlene Kalea Ozora (45 kg), serta Mada Bratajaya Arjuna (26 kg). Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di daerah berjalan secara berjenjang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Pengprov Muaythai Jawa Barat, Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana, menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet Jabar memiliki nilai strategis. Ia menilai ajang ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga peningkatan mental bertanding.
“Tujuan kejuaraan dunia Muaythai bagi petarung Jawa Barat adalah untuk menambah mental tanding serta sebagai persiapan menuju PON dan SEA Games mendatang,” ujarnya, Kamis 30 April 2026.
Ia juga optimistis para atlet mampu menunjukkan performa terbaik setelah menjalani persiapan yang matang. Menurutnya, aspek fisik, teknik, dan mental telah dipersiapkan secara maksimal oleh tim pelatih.
“Atlet Jawa Barat sudah sangat siap untuk memperlihatkan kualitas terbaiknya di kejuaraan dunia. Ini momentum penting untuk membuktikan kemampuan mereka,” tegasnya.
Dengan komposisi atlet yang semakin kompetitif dan persiapan yang terencana, Indonesia diharapkan mampu meraih hasil maksimal. Kejuaraan dunia ini menjadi ajang pembuktian sekaligus langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....