PBMI Siapkan Atlet Nasional Hadapi Kejuaraan Dunia Muaythai 2026

  • 30 Apr 2026 13:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) terus menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan tim nasional menghadapi dua ajang bergengsi dunia. IFMA Senior World Championship dan IFMA School World Championship 2026 dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Juni mendatang.

Langkah persiapan dilakukan secara sistematis melalui program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Mandiri yang melibatkan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah. Para atlet tersebut menjalani latihan intensif di daerah masing-masing dengan pengawasan pelatih nasional.

Program Pelatnas Mandiri ini dirancang untuk memastikan kesiapan menyeluruh sebelum para atlet turun di level internasional. Tidak hanya aspek fisik, tetapi juga teknik dan mental menjadi fokus utama dalam pembinaan yang dilakukan.

Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa organisasi kini berfokus pada peningkatan kualitas pembinaan atlet secara berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa amanah kepemimpinan yang kembali diembannya dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi prestasi nasional.

“Fokus kami hari ini sangat jelas, yaitu mempersiapkan atlet sebaik mungkin untuk tampil di kejuaraan dunia. Kami ingin memastikan setiap atlet berangkat dengan kesiapan terbaik, baik fisik, mental, maupun teknik,” ujarnya.Kamis 30 April 2026.

Jumlah atlet yang dipersiapkan pun mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Hingga saat ini, terdapat sekitar 30 atlet yang masuk dalam proyeksi tim, termasuk tambahan atlet susulan yang masih dalam proses seleksi.

Selain itu, PBMI juga memperkuat aspek pendukung dengan menyiapkan pelatihan bagi perangkat pertandingan. Empat orang diproyeksikan mengikuti pelatihan wasit dan juri guna meningkatkan kualitas ekosistem Muaythai nasional.

Tidak hanya mengandalkan atlet senior, PBMI turut memberi ruang bagi atlet-atlet muda potensial untuk tampil di kejuaraan dunia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi regenerasi agar pembinaan berjalan secara berjenjang.

“Ini adalah rekor dan sebuah kebanggaan. Untuk pertama kalinya Indonesia hadir dengan jumlah atlet yang besar di kejuaraan dunia Muaythai. Ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan dan atlet kita siap bersaing,” tegas LaNyalla.

Ia juga menegaskan bahwa PBMI tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi membangun kekuatan jangka panjang. Menurutnya, investasi pada atlet muda menjadi kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru di pentas dunia.

“Kami tidak sedang membangun tim untuk satu kejuaraan saja, tetapi membangun masa depan Muaythai Indonesia. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan semua pihak, saya yakin Indonesia akan semakin diperhitungkan di tingkat internasional,” tutupnya.

Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan berbagai pihak, PBMI optimistis mampu meraih hasil maksimal. Keikutsertaan Indonesia di ajang dunia ini diharapkan dapat menghadirkan prestasi membanggakan bagi bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....