Rakorda NPCI Jabar Perkuat Sinergi Sukseskan Peparda Bandung 2026

  • 30 Apr 2026 11:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) NPCI Provinsi Jawa Barat digelar dengan mengusung tema kebersamaan menuju sukses Peparda VII Kota Bandung 2026. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan ajang olahraga disabilitas tingkat provinsi tersebut.

Kegiatan Rakorda berlangsung di Arion Suites Hotel Bandung, Jalan Otista No 16, pada Kamis 30 April 2026. Acara ini dihadiri oleh perwakilan NPCI kabupaten/kota se-Jawa Barat serta unsur pemerintah daerah yang terlibat dalam persiapan Peparda.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat,Dr. Hery Antasari, menyampaikan bahwa persiapan Peparda sejauh ini berjalan sesuai rencana. Ia menilai seluruh pihak, mulai dari NPCI, Pemerintah Kota Bandung sebagai tuan rumah, hingga peserta dari daerah, menunjukkan komitmen yang kuat.

“Ya sama dengan Porprov, intinya kalau Peparda saya kira persiapannya on track. Semua komit, mulai dari NPCI, Pemkot Bandung sebagai tuan rumah, NPCI Kota Bandung, hingga seluruh kabupaten/kota sebagai peserta,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa olahraga disabilitas merupakan olahraga afirmatif yang membutuhkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sinergi antar-stakeholder menjadi faktor utama dalam memastikan keberhasilan penyelenggaraan.

“Olahraga disabilitas ini olahraga afirmatif yang harus didukung semua stakeholder. Dari sisi pembiayaan juga saya kira tidak akan terlalu berdinamika seperti event lain,” katanya.

Meski demikian, Hery tetap membuka peluang pemanfaatan sumber pembiayaan lain di luar APBD. Ia mendorong keterlibatan sponsor dan dukungan sukarela sebagai upaya mengoptimalkan kebutuhan penyelenggaraan.

“Kalau nanti ada kekurangan, mari kita maksimalkan sumber pembiayaan lain di luar APBD, seperti sponsor dan dukungan sukarela. Insya Allah dengan upaya bersama bisa terpenuhi,” tambahnya.

Dalam Rakorda tersebut, terdapat sejumlah agenda penting yang dibahas, di antaranya kepastian jadwal pelaksanaan Peparda pada November atau Desember 2026. Selain itu, penentuan cabang olahraga dan nomor pertandingan juga menjadi fokus utama pembahasan.

“Agenda hari ini memastikan tanggal dan waktu pelaksanaan, kemudian cabang olahraga dan nomor yang akan dipertandingkan. Semua daerah membawa kesiapan masing-masing untuk dikurasi dan disaring bersama,” jelas Hery.

Ia juga mengingatkan pentingnya proses seleksi yang objektif agar tidak ada atlet potensial yang terlewat. Menurutnya, jika pembinaan tidak berjalan optimal, maka kerugian tidak hanya dirasakan daerah, tetapi juga berdampak pada prestasi nasional.

“Kekhawatiran kita jangan sampai ada atlet potensial yang tidak ikut Peparda, sehingga tidak tersaring dalam pembinaan. Itu yang rugi Jawa Barat bahkan nasional,” tegasnya.

Hery turut menyoroti potensi munculnya cabang olahraga atau nomor baru yang bersifat permintaan khusus dari tuan rumah. Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak membebani anggaran secara berlebihan.

“Biasanya ada permintaan cabang tertentu dari tuan rumah. Kita harus hati-hati karena itu bisa menambah beban anggaran, mulai dari juri, panitia, hingga kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa penyelenggaraan Peparda harus mengedepankan prinsip efisiensi dan kesederhanaan tanpa mengurangi kualitas prestasi. Arahan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pelaksanaan event secara minimalis namun tetap berkualitas.

“Semangatnya penghematan dan efisiensi. Multi event sekarang harus minimalis, tidak seremonial, sederhana, tetapi prestasi dan pembinaan tetap terjaga,” katanya.

Terkait kesiapan Kota Bandung sebagai tuan rumah, Hery memastikan bahwa koordinasi telah dilakukan secara matang. Ia optimistis seluruh kebutuhan venue dan infrastruktur telah terpenuhi dengan baik.

“Bandung saya kira sudah lengkap, tidak perlu diragukan lagi. Pengalaman sebagai tuan rumah juga sudah dimiliki,” ujarnya.

Dengan berbagai kesiapan yang terus dimatangkan melalui Rakorda, diharapkan Peparda VII Kota Bandung 2026 dapat berlangsung sukses. Sinergi yang kuat antar pihak menjadi kunci utama dalam mendorong prestasi atlet disabilitas Jawa Barat ke level yang lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....