NPCI Kota Bandung Semakin Mantap Targetkan Juara Umum di Peparda 2026

  • 23 Apr 2026 18:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII tahun 2026, NPCI Kota Bandung terus memantapkan berbagai persiapan. Ajang olahraga disabilitas tingkat Jawa Barat tersebut direncanakan berlangsung di Kota Bandung sebagai tuan rumah.

Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, menyampaikan bahwa proses persiapan telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Hal tersebut diungkapkannya saat wawancara dalam program Kabar Olahraga RRI Bandung, Kamis, 23 April 2026.

“Persiapan kami sudah dimulai dari tahun sebelumnya, tahun 2025. Dan itu ada pemusatan latihan bayangan, dan sekarang juga masih dibina atlet-atlet tersebut,” ujar Yadi Sofyan.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar seleksi atlet secara terbuka. Seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 April 2026 sebagai bagian dari pembentukan kekuatan tim.

“Nanti kita akan adakan seleksi di akhir bulan ini, di tanggal 28 sampai tanggal 30. Dan kita nanti di Juni akan bentuk kontingen NPCI Kota Bandung menuju Peparda VII di Kota Bandung,” katanya.

Dalam tahap awal, NPCI Kota Bandung menargetkan sekitar 250 atlet untuk dipersiapkan. Jumlah tersebut berpotensi bertambah hingga 300 atlet menjelang pelaksanaan Peparda, menyesuaikan dengan efisiensi dan kebutuhan tim.

“Kita akan menyiapkan 250 atlet di tahap pertama. Mudah-mudahan nanti di menjelang akhir, karena ini efisiensi, jadi menjelang akhir kita akan 300 atlet,” ucapnya.

Antusiasme peserta seleksi juga cukup tinggi, dengan hampir 400 atlet telah mendaftar. Mereka berasal dari 17 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Peparda VII.

“Sekarang alhamdulillah sudah hampir 400 atlet yang sudah daftar di NPCI Kota Bandung yang akan mengikuti 17 cabor yang akan kita seleksikan,” ungkap Yadi.

Selain mempertahankan atlet senior, NPCI Kota Bandung juga memberi ruang bagi atlet muda, khususnya pelajar yang sebelumnya berprestasi di ajang Peparpeda dan Peparpenas. Komposisi atlet ditargetkan 30 persen berasal dari kalangan muda.

“Kita juga sekarang ada muka-muka baru, terutama pelajar-pelajar yang kemarin berprestasi. Kita 30 persen mudah-mudahan di atlet-atlet muda, yang selebihnya atlet senior,” jelasnya.

Untuk target prestasi, NPCI Kota Bandung membidik 210 medali emas guna meraih gelar juara umum. Target tersebut menjadi amanah langsung dari Wali Kota Bandung setelah kegagalan pada dua edisi sebelumnya.

“Kita targetkan 210 medali emas untuk jadi juara umum. Ini sudah amanah dari Bapak Wali Kota. Mudah-mudahan sekarang momentum yang tepat, apalagi kita tuan rumah,” tegasnya.

Di sisi lain, Yadi menyoroti pentingnya menjaga integritas kompetisi, terutama terkait isu atlet non-disabilitas yang berpotensi ikut bertanding. Ia menegaskan NPCI Kota Bandung akan bersikap tegas terhadap hal tersebut.

“Kita haramkan kalau atlet non-disabilitas masuk. Ini hajatnya disabilitas, jadi harus benar-benar disabilitas yang main di Peparda ke-VII nanti,” ujarnya.

NPCI Kota Bandung juga akan memperketat proses klasifikasi atlet, termasuk bekerja sama dengan tim klasifikasi dan lembaga medis yang memiliki standar internasional. Hal ini terutama untuk mengantisipasi potensi kecurangan pada kategori disabilitas netra.

“Minimal harus mengantongi hasil dari rumah sakit seperti JEC yang punya klasifikasi internasional. Itu untuk memastikan keabsahan atlet,” katanya.

Terkait penyelenggaraan, jadwal Peparda VII masih menunggu keputusan final dari Pengurus Besar NPCI. Namun, terdapat dua opsi waktu pelaksanaan, yakni pertengahan atau akhir November 2026.

“Kita ada dua opsi, pertengahan November dan akhir November. Mungkin di pertengahan Mei sudah diumumkan secara fix,” ungkap Yadi.

Meski ditunjuk sebagai tuan rumah dalam waktu yang relatif singkat, NPCI Kota Bandung tetap optimistis mampu menyelenggarakan ajang tersebut dengan baik. Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam kesiapan ini.

“Kami memang dalam kondisi waktu dan anggaran yang terbatas, tapi dengan komitmen kuat dari pemerintah Kota Bandung, insyaallah penyelenggaraan Peparda akan berjalan sesuai harapan,” tuturnya.

NPCI Kota Bandung telah mengajukan anggaran sekitar Rp22 miliar, dengan rincian Rp7 miliar dari pemerintah provinsi dan Rp15 miliar dari Pemerintah Kota Bandung. Dukungan dari DPRD dan berbagai pihak diharapkan dapat memastikan kelancaran pendanaan.

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah dan DPRD agar anggaran bisa maksimal. Karena kalau kurang, tentu penyelenggaraan juga tidak akan optimal,” katanya.

Dari sisi fasilitas, Kota Bandung dinilai telah siap menggelar pertandingan di berbagai venue. Hanya diperlukan penyesuaian teknis menjelang pelaksanaan, terutama setelah struktur kepanitiaan resmi terbentuk.

“Kalau Kota Bandung insyaallah sudah siap, tinggal penyesuaian sedikit-sedikit. Nanti setelah PB dan TD terbentuk, persiapan akan lebih dimatangkan,” ujarnya.

Di akhir, Yadi mengajak seluruh atlet dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Peparda VII. Ia menekankan pentingnya semangat juang atlet serta dukungan penuh dari berbagai elemen.

“Kepada atlet tetap semangat, pemerintah juga memperhatikan kalian. Kepada masyarakat dan pemerintah, kami butuh dukungan agar Peparda ini berjalan sesuai harapan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....