Ketua PGSI Jabar Soroti Bonus Atlet dan  Persiapan Porprov

  • 20 Apr 2026 12:05 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Barat, H. Yoko Angga Surya, menyoroti kepastian pemberian bonus bagi atlet yang berlaga di SEA Games Thailand 2025. Ia menegaskan pentingnya kejelasan dari pemerintah daerah agar para atlet tidak merasa diabaikan setelah berjuang membawa nama daerah dan bangsa.

“Dari gulat itu dapat dua perunggu, namanya Karisma dan Sara. Yang penting bagi kami adalah kepastian untuk anak-anak atlet ini,” ujar Yoko,di gedung PSSI Jabar,Jalan Lodaya Kota Bandung,Senin 20 April 2026.

Ia mengungkapkan, keterlambatan pemberian penghargaan kemungkinan terjadi karena faktor penganggaran. Meski demikian, Yoko menyatakan pihaknya tetap optimistis setelah adanya pernyataan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat.

“Kalau untuk saya, mungkin Pak Kadispora lupa untuk menganggarkan. Tapi setelah ada statement bahwa Agustus siap, kami juga siap menunggu,” katanya.

Yoko menekankan bahwa yang paling dibutuhkan atlet saat ini adalah kepastian, bukan sekadar janji. Menurutnya, kejelasan tersebut penting untuk menjaga motivasi dan kepercayaan atlet terhadap pemerintah.

“Tidak ada masalah soal waktu, yang penting ada kepastian bagi atlet,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat terus meningkatkan kebijakan di bidang olahraga. Apalagi, Jawa Barat memiliki rekam jejak prestasi yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Jawa Barat sudah tiga kali berturut-turut berprestasi di PON.Semoga ada kebijakan yang lebih baik lagi dari pemerintah provinsi,” ungkap Yoko.

Ia juga menyoroti target prestasi ke depan yang dinilai masih realistis untuk dicapai. Menurutnya, meskipun tidak selalu menjadi juara umum, posisi dua besar tetap harus menjadi prioritas.

“Minimal tidak juara umum pun, kita harus bisa masuk dua besar. Walaupun peluang juara umum sebenarnya masih ada,” katanya.

Namun demikian, Yoko mengingatkan bahwa pencapaian prestasi tidak bisa dilepaskan dari dukungan pemerintah daerah. Tanpa dukungan tersebut, menurutnya, cabang olahraga akan kesulitan berkembang.

“Tanpa didukung pemerintah daerah, seluruh cabang olahraga tidak bisa berbuat banyak,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Yoko mengaku tetap akan menjalankan sesuai arahan pemerintah. Namun, ia tidak menampik adanya berbagai kendala yang dihadapi dalam persiapan.

“Apapun kondisinya, Porprov harus tetap dijalankan sesuai edaran gubernur,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut Porprov kali ini berpotensi menjadi yang kurang baik, sepanjang sejarah Jawa Barat jika tidak segera dilakukan perbaikan. Hal tersebut terutama berkaitan dengan kesiapan tuan rumah.

“Kalau melihat kondisi sekarang, ini bisa jadi Porprov terburuk sepanjang sejarah Jawa Barat,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Yoko berharap masih ada waktu untuk melakukan pembenahan sebelum pelaksanaan berlangsung. Ia menilai enam bulan ke depan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh semua pihak.

“Masih ada waktu sekitar enam bulan, semoga ada perbaikan. Karena kesiapan tuan rumah saat ini terlihat masih kurang,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....