NPCI Kota Bandung Konsolidasi Pengurus dan Pelatih Persiapan Kontingen

  • 16 Apr 2026 17:05 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sekretaris Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, Djumono, menyampaikan bahwa pihaknya menggelar konsolidasi internal sebagai bagian dari persiapan pembentukan kontingen. Kegiatan ini melibatkan jajaran pengurus serta para pelatih guna menyatukan langkah dan strategi menghadapi ajang olahraga disabilitas mendatang.

Menurut Djumono, konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan organisasi dengan kebutuhan teknis di lapangan.

“Konsolidasi ini merupakan pertemuan antara pengurus NPCI Kota Bandung dengan para pelatih untuk mempersiapkan pembentukan kontingen yang lebih solid dan kompetitif,” ujarnya,di The Kamalaya Hotel, Kota Bandung, pada Kamis, 16 April 2026,

Ia menjelaskan bahwa dalam sesi lanjutan, pengurus NPCI akan memaparkan berbagai kebijakan strategis yang dirumuskan oleh ketua organisasi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan para pelatih sehingga program pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Pada sesi berikutnya akan dibahas kebijakan-kebijakan pengurus dan ketua untuk merumuskan apa yang diharapkan oleh para pelatih, sehingga program yang disusun dapat berjalan sejalan dan berkesinambungan,” jelas Djumono.

Selain itu, forum ini juga dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi para pelatih untuk menyampaikan berbagai masukan. Djumono menegaskan bahwa NPCI Kota Bandung sangat membutuhkan perspektif dari pelatih terkait kendala, target prestasi, hingga program pembinaan yang akan dijalankan.

“Kami ingin mendapatkan banyak masukan dari para pelatih, mulai dari kendala yang dihadapi, target yang ingin dicapai, hingga program yang akan dilakukan sampai dengan tahapan seleksi,” katanya.

Pembahasan dalam konsolidasi tersebut juga mencakup rencana penerapan sistem promosi dan degradasi bagi atlet. Sistem ini dinilai penting untuk menjaga kualitas kontingen agar tetap kompetitif hingga menjelang pelaksanaan pertandingan. “Termasuk nanti akan dibahas bagaimana sistem degradasi diterapkan, karena hal ini penting untuk memastikan kualitas atlet yang masuk dalam kontingen,” tambahnya.

Djumono juga menyoroti perubahan nomor pertandingan yang berdampak pada komposisi atlet. Ia menyebutkan bahwa sejumlah atlet tunarungu wicara yang sebelumnya menjadi andalan Kota Bandung pada ajang Peparda tidak lagi dipertandingkan, sehingga diperlukan strategi baru dalam pembentukan tim. “Banyak atlet tunarungu wicara yang sebelumnya menjadi andalan Kota Bandung pada Peparda kemarin, namun saat ini nomor tersebut tidak lagi dipertandingkan, sehingga kita perlu menyesuaikan strategi,” ungkapnya.

Kegiatan konsolidasi ini dilaksanakan dalam satu hari penuh, dimulai sejak pagi hingga sore hari. Agenda yang padat diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang komprehensif dan aplikatif. “Kegiatan ini berlangsung dari pagi, mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 16.00, dengan berbagai sesi pembahasan yang telah dijadwalkan,” terang Djumono.

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas koordinator cabang olahraga dan para pelatih, serta perwakilan dari tujuh bidang yang ada di NPCI Kota Bandung, masing-masing diwakili oleh dua orang. Selain itu, pengurus inti dan Dewan Pertimbangan juga turut ambil bagian dalam proses perumusan strategi organisasi.

“Yang hadir adalah para koordinator cabang olahraga bersama pelatih, perwakilan tujuh bidang di NPCI, pengurus inti, serta Dewan Pertimbangan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. Djumono menyebutkan bahwa Dispora turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. “Dari Dispora juga hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Rencananya Pak Kadis akan hadir, namun karena berhalangan, beliau diwakili oleh Pak Acep dari Bidang Pemberdayaan Olahraga,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....