NPCI Kota Bandung Matangkan Strategi Tuan Rumah Juara Umum
- 16 Apr 2026 16:48 WIB
- Bandung
RRI.CO,ID, Bandung - Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggelar rapat pleno sebagai langkah awal dalam mempersiapkan Kota Bandung menjadi tuan rumah ajang olahraga disabilitas. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi pencapaian prestasi maksimal bagi kontingen Kota Bandung.
Rapat pleno tersebut digelar di The Kamalaya Hotel, Kota Bandung, pada Kamis, 16 April 2026, dan dihadiri oleh jajaran pengurus NPCI serta perwakilan cabang olahraga. Forum ini dimanfaatkan untuk menyatukan visi dan langkah dalam menyukseskan penyelenggaraan sekaligus memastikan kesiapan atlet menghadapi kompetisi.
“Sekarang kita menyelenggarakan rapat pleno yang membahas langkah-langkah dan strategi apa yang akan kita ambil untuk mensukseskan Kota Bandung sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi sebagai juara umum,” ujar Yadi Sofyan.
Yadi menegaskan bahwa keberhasilan sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari aspek penyelenggaraan, tetapi juga dari capaian prestasi atlet. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus berjalan beriringan agar memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga disabilitas di Kota Bandung.
“Keberhasilan penyelenggaraan dan pencapaian prestasi menjadi dua fokus utama yang harus berjalan seimbang,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, NPCI Kota Bandung menempatkan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) sebagai prioritas utama dalam pembentukan kontingen. Binpres memiliki peran strategis dalam memastikan proses seleksi dan pembinaan atlet berjalan optimal sehingga menghasilkan tim yang kompetitif dan siap bersaing.
“Program kita saat ini diutamakan pada Binpres untuk pembentukan kontingen yang tangguh,” katanya.
Sebagai bagian dari proses penjaringan atlet, NPCI Kota Bandung akan segera menggelar seleksi dalam waktu dekat. Atlet yang lolos seleksi akan mengikuti pemusatan latihan cabang (pelatcab) yang direncanakan dimulai pada bulan Juni 2026.
“Di akhir bulan ini kita akan mengadakan seleksi, kemudian atlet yang terpilih akan kita godok sebelum memasuki pelatcab yang dimulai pada bulan Juni,” jelas Yadi.
Pelaksanaan pelatcab akan berlangsung hingga mendekati hari pelaksanaan pertandingan. Namun demikian, Yadi menegaskan bahwa tidak semua atlet yang masuk pada tahap awal akan secara otomatis bertahan hingga akhir, karena akan diterapkan sistem promosi dan degradasi guna menjaga kualitas tim.
“Pelatcab dimulai dari bulan Juni sampai hari pelaksanaan, tetapi tidak otomatis semua atlet bertahan. Akan ada sistem promosi dan degradasi untuk menjaga kualitas tim,” tegasnya.
Selain membahas pembentukan kontingen, rapat pleno juga menjadi wadah untuk menampung berbagai masukan dari cabang olahraga. Masukan tersebut meliputi jumlah atlet yang akan diturunkan, prediksi perolehan medali, kendala yang dihadapi, hingga usulan penambahan nomor pertandingan yang dinilai berpotensi menyumbang prestasi.
“Kami telah mendengarkan laporan dari masing-masing cabang olahraga terkait jumlah atlet, target medali, serta berbagai kendala dan usulan yang nantinya akan diputuskan dalam pleno,” ungkap Yadi.
Terkait jumlah atlet, NPCI Kota Bandung memperkirakan akan menyiapkan sekitar 250 atlet untuk mengikuti pelatcab. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan ajang Peparda sebelumnya yang hanya melibatkan sekitar 220 atlet, sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kontingen.
“Estimasi kita ada sekitar 250 atlet yang akan mengikuti pelatcab. Ini merupakan penambahan dari Peparda sebelumnya yang berjumlah sekitar 220 atlet,” jelasnya.
Yadi juga menyoroti tantangan keterbatasan anggaran yang dihadapi NPCI Kota Bandung. Kondisi ini berdampak pada durasi pelatcab yang semula direncanakan selama 10 bulan, namun kini hanya dapat dilaksanakan sekitar empat hingga lima bulan. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis dengan harapan adanya dukungan tambahan anggaran melalui perubahan anggaran daerah.
“Dengan anggaran yang minim, kita tidak bisa berbuat banyak, terutama dalam pelaksanaan pelatcab. Namun, jika ada tambahan anggaran melalui perubahan anggaran, durasi pelatcab bisa kembali diperpanjang,” katanya.
Sebagai penutup, Yadi menegaskan bahwa seluruh usulan dan masukan dari cabang olahraga akan dirumuskan bersama Bidang Binpres untuk menghasilkan strategi yang komprehensif. Ia optimistis bahwa dengan perencanaan yang matang dan sinergi seluruh pihak, target Kota Bandung sebagai tuan rumah sekaligus juara umum dapat tercapai.
“Kesimpulannya, semua usulan akan kita tampung dan rumuskan bersama Binpres untuk menyusun strategi terbaik. Intinya, kita berupaya maksimal agar Kota Bandung dapat meraih gelar juara umum,”tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....