KONI Jabar Matangkan Persiapan Porprov XV Tahun 2026

  • 17 Mar 2026 14:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat terus mematangkan berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026. Sejumlah tahapan strategis telah dilakukan, mulai dari koordinasi lintas daerah hingga peninjauan kesiapan infrastruktur venue pertandingan di berbagai wilayah.

Hal tersebut disampaikan Ketua KONI Jawa Barat, HM Budiana, dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama insan media peliput olahraga yang digelar pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pengurus KONI Jawa Barat, di antaranya Wakil Ketua I Bidang Organisasi Adrian Tedjakusuma, Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Yunyun Yudiana, serta Wakil Ketua IV Bidang Rencana Strategis Nandang Roekanda. Hadir pula Sekretaris Umum Gianto Hartono dan Kepala Bidang Humas Kiki Nurjaman.

Dalam kesempatan itu, Budiana memaparkan bahwa Porprov Jabar XV Tahun 2026 akan melibatkan tiga panitia besar (PB) sebagai tuan rumah utama. Ketiga daerah tersebut adalah Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok yang saat ini terus memperkuat koordinasi dengan KONI dan pemerintah daerah.

Selain tuan rumah utama, penyelenggaraan Porprov juga didukung oleh sejumlah daerah penunjang, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan seluruh kebutuhan venue dan fasilitas pertandingan dapat terpenuhi secara optimal.

Menurut Budiana, sinergi antara tuan rumah utama dan daerah penunjang menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan Porprov. Ia menegaskan bahwa berbagai langkah persiapan telah dilakukan secara bertahap dan terukur oleh seluruh pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah sampai hari ini KONI Jawa Barat melalui Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov XV bersama tiga panitia besar dan tiga daerah penunjang telah melakukan berbagai langkah persiapan untuk kepentingan penyelenggaraan Porprov,” ujar Budiana.

Sebagai bagian dari tahapan persiapan, sejumlah agenda penting telah digelar, termasuk pelaksanaan Chief de Mission (CDM) Meeting pertama di Kota Bekasi. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan countdown atau hitung mundur menuju pelaksanaan Porprov Jabar 2026 sebagai bentuk sosialisasi kepada publik.

Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Kota Bogor melalui berbagai agenda kemasyarakatan yang diinisiasi pemerintah daerah setempat. Sementara itu, Kota Depok dijadwalkan akan menggelar kegiatan serupa usai bulan Ramadan sebagai bentuk kesiapan menjadi tuan rumah.

“Dengan kegiatan-kegiatan tersebut terlihat bahwa para tuan rumah memiliki keseriusan dalam mempersiapkan penyelenggaraan Porprov,” katanya.

Dari sisi infrastruktur, Budiana mengungkapkan bahwa kesiapan venue pertandingan saat ini telah mencapai lebih dari 70 persen. Sejumlah fasilitas olahraga bahkan tengah menjalani proses renovasi dan rehabilitasi untuk memastikan kelayakan saat digunakan dalam pertandingan.

Meski demikian, masih terdapat beberapa kebutuhan venue yang belum dapat dipenuhi oleh tiga panitia besar. Untuk itu, daerah penunjang turut ambil bagian dalam menyediakan fasilitas tambahan guna mendukung kelancaran pelaksanaan Porprov.

“Alhamdulillah Kabupaten Bogor, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang dengan sigap membantu menyediakan venue untuk beberapa cabang olahraga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budiana menuturkan bahwa Porprov Jabar 2026 menjadi bagian penting dalam rangkaian pembinaan atlet menuju ajang yang lebih tinggi. Setelah Porprov, para atlet akan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2027.

Atlet yang berhasil lolos kualifikasi akan berlaga pada PON XXII Tahun 2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sejumlah cabang olahraga juga akan dipertandingkan di Jakarta sebagai bagian dari penyelenggaraan tersebut.

Dengan capaian Jawa Barat yang telah tiga kali berturut-turut menjadi juara umum PON, Budiana menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, Jawa Barat memiliki peran strategis sebagai tulang punggung kekuatan atlet nasional.

“Jawa Barat sudah lama menjadi tulang punggung kekuatan atlet nasional. Karena itu pembinaan olahraga prestasi di daerah harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Ia pun berharap kondisi ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, dapat segera membaik agar dukungan terhadap pembinaan olahraga semakin optimal. Dukungan dari seluruh pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Porprov Jabar 2026.

“Kami berharap semua pihak dapat terus memberikan dukungan agar Porprov Jabar 2026 dapat berjalan sukses dan menjadi bagian penting dalam menjaga prestasi olahraga Jawa Barat,” tandas Budiana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....