NPCI Kota Bandung Sosialisasikan Peparda 2026
- 17 Mar 2026 11:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan sosialisasi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026 di Rumah Makan Sederhana, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus NPCI Kota Bandung serta sejumlah awak media. Momentum kebersamaan di bulan Ramadan ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pengurus organisasi dengan insan pers sekaligus menyampaikan perkembangan persiapan Kota Bandung sebagai tuan rumah Peparda VII tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan, Sekretaris Umum Djumono, serta Sekretaris Suhendar yang juga bertindak sebagai pembawa acara. Selain itu turut hadir jajaran bidang lain di antaranya Bidang Pembinaan Prestasi Hanu Resinurjati, Taufik Hidayat, dan Cepi Gunawan.
Hadir pula Bendahara Umum Komarudin, Bidang Litbang Yurisman Tanjung, Wakil Ketua Umum Dadan Nuryana, Humas Zulkarnain, serta Kepala Sekretariat Ricki. Kehadiran para pengurus tersebut menunjukkan keseriusan organisasi dalam mempersiapkan penyelenggaraan Peparda sekaligus memperkuat pembinaan atlet disabilitas di Kota Bandung.
Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung, Djumono, mengapresiasi kehadiran para jurnalis yang meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, peran media memiliki kontribusi besar dalam menyebarluaskan informasi mengenai pembinaan atlet disabilitas serta berbagai program yang tengah dijalankan NPCI.
“Teman-teman media, terima kasih atau hatur nuhun sudah berkenan hadir bersama kami di NPCI Kota Bandung di akhir Ramadan ini. Kehadiran rekan-rekan media sangat berarti bagi kami untuk menyampaikan berbagai program dan persiapan Peparda,” ujar Djumono.
Djumono mengungkapkan, NPCI Kota Bandung saat ini tengah mempersiapkan sekitar 250 atlet yang akan berlaga pada Peparda VII Jawa Barat 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan jumlah atlet yang diturunkan pada ajang Peparda sebelumnya.
“Jumlah atlet yang akan kita persiapkan kurang lebih sekitar 250 atlet. Ini menjadi tantangan bagi kami karena waktu pembinaan yang tersedia relatif singkat,” katanya.
Ia menjelaskan, masa pembinaan atlet yang tersedia saat ini hanya sekitar empat bulan menjelang pelaksanaan Peparda. Kondisi tersebut dinilai jauh lebih singkat dibandingkan pembinaan pada Peparda sebelumnya yang dapat berlangsung hingga hampir sepuluh bulan.
“Biasanya pembinaan itu hampir 10 bulan. Bahkan pada Peparda 2022 dengan pembinaan selama 10 bulan saja kita masih berada di posisi ketiga. Sekarang dengan waktu sekitar empat bulan, kita dituntut menjadi juara umum karena status kita sebagai tuan rumah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Djumono menambahkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam memaksimalkan program pembinaan atlet. Oleh karena itu, NPCI Kota Bandung berharap adanya tambahan dukungan anggaran melalui perubahan anggaran daerah agar persiapan atlet dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berharap pada anggaran perubahan nanti pemerintah bersama DPRD dapat memberikan dukungan tambahan anggaran bagi NPCI Kota Bandung agar pembinaan atlet bisa lebih maksimal. Kami juga berharap dukungan dari masyarakat dan pihak swasta agar atlet-atlet disabilitas kami semakin termotivasi meraih prestasi di Peparda nanti,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....