Kandidat Ketua KONI Subang Harus Manajer Prestasi
- 16 Feb 2026 20:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Persaingan menuju kursi Ketua KONI Kabupaten Subang mulai mengemuka. Para calon kandidat disebut, harus memiliki kesiapan finansial yang kuat, bahkan diwajibkan mampu menyediakan dana talangan minimal sebesar Rp5 miliar, demi menjamin keberlangsungan pembinaan, dan prestasi atlet daerah.
Saat ini, tercatat ada lima kandidat yang mencalonkan diri sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Subang. Isu kesiapan dana menjadi sorotan utama, mengingat besarnya kebutuhan pembinaan atlet lintas cabang olahraga, yang harus ditopang secara berkelanjutan.
Ketua Umum FAJI Kabupaten Subang Novitanti Maulani menegaskan, memimpin organisasi olahraga bukan sekadar ajang politik atau mencari popularitas. Karena menurutnya, calon ketua harus benar-benar memahami, dan mampu memenuhi standar kebutuhan atlet.
“Boleh saja orang mau berpolitik dan cari popularitas, tapi harus mampu menjawab kebutuhan atlet. Jangan sampai atlet hanya dijadikan alat pencitraan,” tegas Noviyanti kepada RRI di Subang, Senin 16 Februari 2026.
| Baca juga: Epriyanto Siapkan Visi Baru Perbasi Jabar |
Dia mengungkapkan, kondisi mayoritas atlet saat ini masih memprihatinkan. Sekitar 70 persen atlet di Kabupaten Subang, berada dalam kondisi perekonomian di bawah standar.
Situasi tersebut sangat memengaruhi mental dan motivasi atlet, terutama ketika mereka harus membela daerah tanpa dukungan yang memadai. Artinya untuk meraih prestasi itu, wajib mendapatkan dukungan finansial yang tidak sedikit.
Untuk satu medali emas saja, dibutuhkan dana tidak kurang dari Rp 350 juta. Mulai dari vitamin, nutrisi, pelatih, pengalaman pertandingan, sarana dan prasarana latihan termasuk akomodasi.
“Walaupun atlet sudah berpengalaman dan siap, ketika daerahnya membutuhkan, tapi ketika dukungan minim, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti konsumsi saja kurang, itu bisa menjatuhkan mental atlet,” ujarnya.
Noviyanti juga membeberkan, untuk mencetak satu medali emas, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Minimal untuk mencetak satu medali emas itu, sekitar Rp350 juta. Prestasi itu bukan soal mudah-mudahan, tapi bisa dihitung secara matematis.
Dia menjelaskan, prestasi atlet ditentukan oleh berbagai indikator yang saling berkaitan, mulai dari mental, spiritual, teknik, hingga kondisi fisik. Seluruh aspek tersebut, menurutnya, berbanding lurus dengan dukungan materi, dan anggaran pembinaan yang memadai.
“Kalau tidak punya kesiapan dana, sebaiknya jangan mencalonkan diri. Karena nanti justru akan menjadi beban, baik bagi atlet maupun bagi organisasi olahraga itu sendiri. Dana ini juga untuk membantu meringankan pemerintah,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, Noviyanti menyinggung penyelenggaraan Porprov XIV Jawa Barat 2022,yang digelar pada 2022 lalu. Saat itu, kontingen Kabupaten Subang mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp70 miliar, dengan Ketua KONI dijabat oleh Asep Rohman Dimyanti (ARD).
Hasilnya, Kabupaten Subang mampu menorehkan prestasi membanggakan, dengan meraih total 171 medali, terdiri dari 58 medali emas, 42 medali perak, dan 71 medali perunggu. Capaian tersebut menempatkan Subang pada posisi kompetitif di klasemen akhir Porprov XIV Jawa Barat.
"Dengan dinamika tersebut, publik olahraga Subang berharap, proses pemilihan Ketua KONI ke depan, harus benar-benar menghasilkan figur yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki komitmen, kapasitas manajerial, serta kemampuan finansial, untuk mendorong prestasi atlet, dan mengangkat nama Kabupaten Subang di tingkat regional
maupun nasional," tandas Noviyanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....