Turnamen “Free Fire” Tasikmalaya, Asa Tembus Level Internasional
- 25 Jan 2026 18:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Ajang kompetisi Free Fire Nusantara Series (FFNS) kembali digelar di salah satu “Coffee Shop” di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu 25 Januari 2026. Kompetisi esports ini diikuti 96 tim dari berbagai wilayah.
Kompetisi yang digelar setiap tahun ini, memasuki gelaran ketiga. “Ini sudah yang ketiga kalinya. Setiap tahun Garena menunjuk region Tasikmalaya untuk menggelar kualifikasi resmi,” ujar Ketua Komunitas Free Fire Tasikmalaya, Shanaz Insani.
FFNS sendiri kata dia, merupakan ajang berjenjang dari tingkat regional hingga nasional. Tim yang menjadi juara di Kota Tasikmalaya akan kembali bertanding melawan perwakilan daerah lain se-Indonesia.
“Satu tim berisi lima pemain. Yang lolos akan bertanding di nasional,” katanya.
Meski menarik animo tinggi, namun diakui Shanaz, peserta tahun ini, jumlahnya menurun dibanding tahun lalu. Sebelumnya pada tahun lalu, jumlah peserta mencapai 120 orang.
Baca juga:Livin Mandiri Tundukkan Popsivo Polwan Proliga 2026
“Iya menurun ya. Karena untuk sosialisasinya mendadak,” ujarnya.
Dalam ajang ini, diterapkan sistem gugur. Dimana satu pertandingan,diisi 12 tim atau 60 pemain.
“Pertandingan berlangsung satu hari penuh. Sistemnya gugur, supaya cepat selesai,” katanya.
Diharapkan, dari ajang ini muncul tim asal Kota Tasikmalaya, yang mampu menembus level nasional bahkan internasional.
“Kami berharap ada tim Tasikmalaya yang bisa sampai ke panggung besar Garena, bahkan internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Esports Indonesia (ESI) Kota Tasikmalaya, Arif Hidayat Putra, mengapresiasi konsistensi Garena dan panitia yang terus melibatkan Kota Tasikmalaya dalam FFNS 2026.“ Ini bukti esport sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan ekonomi kreatif,” katanya.
Arif menilai kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi antara olahraga prestasi dan UMKM lokal.“Lokasi acara di Kopi Siloka, salah satu UMKM Kota Tasikmalaya. Ini menunjukkan esport bisa berjalan seiring dengan sektor UMKM,” ujarnya.
Ia berharap ke depan Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi tuan rumah kualifikasi, tetapi juga menjadi barometer prestasi e-sport di Jawa Barat.“bukan hanya penyelenggara, tapi lahir tim yang tembus babak utama FFNS sampai tingkat profesional,” ucap Arif.
Pihaknya akan terus mendorong pemerintah daerah agar memperhatikan infrastruktur dan pembinaan atlet esports,“ini bisa menjadi prestasi yang membanggakan Kota Tasikmalaya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....