Pecatur Muda Warnai Papan Atas PERCASI-SCUA 2026
- 17 Jan 2026 21:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Turnamen Catur PERCASI–SCUA FIDE Rated 3 2026 yang berlangsung di Hotel Mewangi, Kota Bandung, Jawa Barat, telah menuntaskan tujuh babak pertandingan pada Sabtu 17 Januari 2026. Persaingan yang melibatkan pecatur senior dan junior berlangsung ketat, sekaligus menampilkan dinamika menarik dalam proses regenerasi catur nasional.
Hingga babak ketujuh, Master Nasional Ricky Rismanto masih kokoh di puncak klasemen sementara. Ia dibuntuti Akbar Akmal Naibi di posisi kedua, disusul I Kadek Dhanvant, Moradi Solafide, dan Kenny Horasio. Dengan dua babak tersisa, peluang perubahan posisi di papan atas masih sangat terbuka.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB PERCASI, Kristianus Liem, menilai hasil sementara turnamen ini sebagai perkembangan yang menggembirakan. Ia menyoroti dominasi pecatur muda di papan atas sebagai indikator positif arah pembinaan.
“Kalau dilihat, yang berada di papan atas banyak anak-anak muda. Artinya mereka sudah mampu menghadapi master-master yang sarat pengalaman,” ujar Kristianus.
Baca Juga: Dramatis, Jakarta Electric PLN Taklukkan Bjb Tandamata
Menurutnya, keberanian pecatur muda menantang pemain senior menunjukkan kesiapan regenerasi di level nasional. Bahkan, beberapa di antaranya mampu mengungguli pecatur dengan nama besar dan jam terbang tinggi. “Ini yang memang kita harapkan, generasi baru mulai kelihatan dan siap menggantikan generasi lama,” katanya.
Meski demikian, Kristianus menilai aspek mental masih menjadi tantangan utama bagi pecatur junior. Banyak pemain muda cenderung bermain aman saat menghadapi lawan dengan gelar dan rating lebih tinggi. “Targetnya jadi remis, bukan menang. Akibatnya pembukaan yang dipilih terlalu pasif dan tidak berkembang,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan peran pelatih tidak hanya terbatas pada penguatan teknik, tetapi juga pembentukan mental bertanding. “Mental ini penting supaya mereka berani bermain untuk menang dan terus berkembang,” ujarnya. Menurut Kristianus, keberanian mengambil risiko menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan atlet.
Selain mental, intensitas kompetisi juga menjadi faktor krusial dalam pembinaan pecatur muda. Kristianus menyebut idealnya atlet catur mengikuti satu turnamen setiap bulan atau sekitar 12 turnamen per tahun. “Di level internasional, usia 14–16 tahun sudah banyak yang bergelar Grandmaster karena ditempa kompetisi yang sangat padat,” ungkapnya.
Ia mencontohkan India sebagai negara yang sukses membangun kekuatan catur lewat turnamen terbuka berkelanjutan di berbagai daerah. PB PERCASI pun terus mendorong pengurus provinsi aktif menggelar kejuaraan meski tantangan pendanaan masih ada.
“Turnamen seperti PERCASI–SCUA FIDE Rated ini penting agar pecatur muda belajar menghadapi tekanan dan memperbaiki diri,” tutup Kristianus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....