Kejutan Pecatur Junior Warnai Percasi–Scua Fide Rated
- 16 Jan 2026 08:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Turnamen PERCASI–SCUA FIDE Rated 3 Chess Tournament 2026 yang digelar di Hotel Mewangi, Kota Bandung, langsung menghadirkan sejumlah kejutan sejak hari-hari awal pelaksanaan. Hingga hari kedua, turnamen catur standar sembilan babak ini telah menuntaskan tiga babak pertandingan dan menampilkan persaingan ketat lintas generasi, khususnya dari para pecatur junior Indonesia yang tampil impresif.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi, Kristianus Liem, menilai kejuaraan ini menjadi ajang strategis untuk memantau potensi masa depan catur nasional. Menurutnya, performa para pemain muda menunjukkan perkembangan signifikan dan mampu memberi perlawanan serius kepada para pecatur senior dan master berpengalaman.
Salah satu sorotan utama terjadi pada babak ketiga, ketika unggulan pertama International Master (IM) Denny Yuswanto harus puas berbagi poin setelah ditahan remis oleh Women International Master (WIM) Shapira Devi Herpesa. Partai tersebut berlangsung hingga langkah ke-40 dengan masing-masing pemain masih menyisakan enam bidak, mencerminkan posisi yang benar-benar seimbang.
“Shapira ini pecatur putri andalan kita untuk masa depan. Dia sudah naik level, kemarin juga mencetak rekor saat juara zonal di usia yang sangat muda,” ujar Kristianus.Kamis 15 Januari 2026.
Baca Juga: PESTI Jabar Gelar Kejurda Soft Tenis Bulan Februari
Hasil remis itu menjadi setengah poin pertama yang hilang bagi Denny Yuswanto setelah sebelumnya membukukan dua kemenangan beruntun di babak awal.
Kejutan besar lainnya muncul pada babak kedua, saat International Master Ivan Sitorus secara mengejutkan harus mengakui keunggulan pecatur berusia 13 tahun, I Kadek Dhanant Keene. Kristianus menyebut kemenangan tersebut sebagai sinyal kuat lahirnya bibit unggul baru yang patut mendapat perhatian serius dalam pembinaan jangka panjang.
Pada babak pertama, kejutan juga datang dari pecatur putra 11 tahun, Ken Oliver Hu, yang berhasil menaklukkan Master Nasional Hasian Pangabean. Meski sempat berada dalam tekanan, Ken Oliver mampu melakukan korban kualitas, mengaktifkan menteri, dan mengendalikan permainan hingga mengunci kemenangan secara meyakinkan.
Sementara itu, pecatur putri Arini Angelina Lovli (16 tahun) juga mencuri perhatian setelah mengalahkan Master Nasional Sudung Tampubolon. Arini sempat berada di posisi tertekan, namun ketenangan dan ketajaman taktiknya membuat kesalahan kecil lawan dapat dimanfaatkan untuk membalikkan keadaan.
“Ini menunjukkan bahwa pecatur-pecatur junior kita, termasuk yang putri, sudah bisa bermain catur dengan benar dan menghukum kesalahan lawan,” jelas Kristianus.
Menurut Kristianus, turnamen ini memang dirancang sebagai ajang lintas generasi, mempertemukan pecatur muda dengan senior dan master veteran. “Yang muda melawan yang tua. Kita ingin melihat masa depan kita,” katanya.
Ia menambahkan, hingga babak ketiga terdapat tujuh atlet lapis ketiga pelatnas junior yang tampil dan belum menelan kekalahan. “Ini membuktikan bahwa pemain yang sedang kita bina sudah mampu bermain di level tinggi. Kalau konsisten, hasil ke depan bisa sangat menjanjikan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....