Kejurda NPCI Jabar jadi Barometer Peparda 2026

  • 08 Des 2025 16:11 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Hary Susanto, menegaskan bahwa pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) NPCI Jabar 2025 menjadi tolok ukur awal untuk melihat arah prestasi atlet disabilitas Jawa Barat ke depan. Selain itu, ajang ini juga dijadikan bekal kekuatan menghadapi Pekan Paralympic Daerah (Peparda) 2026.

“Jadi ajang Kejurda ini kami jadikan sebagai ajang pemanasan jelang Peparda 2026. Tidak semua cabang olahraga dipertandingkan karena ini digelar di akhir tahun,” ujar Hary saat ditemui di SPOrT Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (8/12/2025).

Hary menjelaskan, pemilihan enam cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Kejurda tahun ini didasarkan pada kesiapan pengurus cabang (pengcab) NPCI di kabupaten dan kota. Hampir seluruh pengcab memiliki keenam cabor tersebut, serta rata-rata memiliki kapasitas kemampuan yang relatif merata.

“Selain faktor waktu, yang lebih urgen adalah hampir semua pengcab memiliki enam cabor yang dipertandingkan di Kejurda, dan kemampuan di enam cabor tersebut juga rata-rata dimiliki setiap daerah,” paparnya.

Baca juga : NPCI Kota Bandung Jadikan Kejurda Ajang Uji Pembinaan

Hary menyebutkan, total terdapat 511 atlet yang ambil bagian dalam Kejurda NPCI Jabar 2025. Para atlet tersebut bertanding di sejumlah venue yang telah disiapkan panitia di Kota Bandung.

Empat cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, boccia, dan catur dipusatkan di kawasan SPOrT Arcamanik. Sementara itu, cabang olahraga renang digelar di Kolam Renang Hotel Horison Ultima Buah Batu, dan bulutangkis dipertandingkan di kampus ITENAS, Cikutra, Jalan PH Mustopa, Bandung.

“Di Kejurda tahun ini juga terjadi peningkatan jumlah peserta. Dari 27 pengcab NPCI kabupaten dan kota, hanya Kabupaten Cianjur yang tidak ikut dengan alasan yang kurang jelas,” ungkap Hary.

Menurutnya, meski Kejurda hanya berlangsung selama dua hari, hal tersebut dinilai sudah cukup untuk mencapai tujuan pembinaan. “Durasi dua hari saya kira cukup. Intinya kami mengejar kualitas, bukan kuantitas waktu penyelenggaraan,” tegasnya.

Hary menambahkan, Kejurda tidak hanya dijadikan parameter kekuatan daerah untuk Peparda 2026, tetapi juga sebagai tolok ukur awal kekuatan Jawa Barat menuju ajang nasional. “Ke depan, hasil Kejurda juga akan menjadi parameter kekuatan Jabar dalam menghadapi Peparnas,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....