NPCI Kota Bandung Jadikan Kejurda Ajang Uji Pembinaan

  • 08 Des 2025 15:44 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung menjadikan Kejuaraan Daerah (Kejurda) NPCI Jawa Barat 2025 sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Pekan Paralympic Daerah (PEPARDA) 2026. Kejurda tersebut mulai digelar hari Senin hingga Selasa (9/12/2025).

Keseriusan NPCI Kota Bandung dalam ajang ini ditunjukkan melalui jumlah atlet yang dikirim. Sebanyak 129 atlet diturunkan, menjadikan Kota Bandung sebagai kontingen dengan jumlah peserta terbanyak pada Kejurda NPCI Jabar 2025. Jika digabungkan dengan pelatih dan ofisial, total kontingen mencapai sekitar 200 orang.

Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan daerah lainnya di Jawa Barat. Hal ini sekaligus menegaskan posisi strategis Kota Bandung sebagai salah satu barometer pembinaan atlet paralimpik di tingkat provinsi.

Seluruh atlet NPCI Kota Bandung tampil di enam cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik, renang, bulutangkis, tenis meja, boccia, dan catur. Keenam cabang tersebut merupakan prioritas pembinaan NPCI Kota Bandung dalam setahun terakhir.

Baca juga : GOAT Arena Dibuka, Siap Gelar Event Padel Internasional

Ketua Umum NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, menegaskan bahwa seluruh atlet yang tampil merupakan atlet binaan internal. “Semua atlet yang tampil di Kejurda tahun ini murni atlet binaan NPCI Kota Bandung yang saat ini berada di Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab), ditambah atlet-atlet pelajar untuk menambah jam terbang mereka,” ujar Yadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Yadi saat ditemui di SPOrT Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (8/12/2025). Ia didampingi Wakil Ketua Umum Dadan Nuryana serta Sekretaris Umum Djumono.

Yadi menegaskan, pihaknya tidak membebankan target prestasi pada Kejurda kali ini. Fokus utama adalah menjadikan ajang tersebut sebagai sarana uji coba bagi atlet hasil pembinaan selama satu tahun terakhir. “Tidak ada target khusus. Kejurda ini kami jadikan parameter sejauh mana hasil pembinaan yang telah dijalankan,” katanya.

Menurut Yadi, agenda Kejurda yang berlangsung cukup mendadak juga menjadi alasan pihaknya tidak mematok target medali. “Ini hanya Kejurda dan agendanya pun mendadak. Jadi tidak ada target yang dibebankan kepada atlet. Yang penting kita memberi mereka jam terbang bertanding sekaligus menguji kemampuan hasil latihan selama setahun,” tuturnya.

Melalui Kejurda NPCI Jabar 2025 ini, NPCI Kota Bandung berharap dapat memperoleh gambaran utuh tentang kesiapan atlet menuju agenda yang lebih besar, khususnya PEPARDA 2026, sekaligus menyempurnakan program pembinaan ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....