Johannes Pimpin PASI Jabar Masa Bakti 2025-2029
- 06 Agt 2025 20:16 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jawa Barat tahun 2025 yang digelar di Grand Arjuna Hotel, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, pada Selasa (5/8/2025), menetapkan Johannes Geraldy Wijaya sebagai Ketua Umum PASI Jabar masa bakti 2025–2029.
Johannes terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya kandidat yang diusung dan mendapat dukungan penuh dari 23 Pengurus Cabang (Pengcab) PASI kabupaten/kota di Jawa Barat.
Pengusaha muda asal Kota Bandung itu menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi olahraga atletik Jawa Barat selama empat tahun ke depan.
“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan rekan-rekan pengcab. Semoga kita bisa bersama-sama memajukan atletik Jawa Barat agar lebih berprestasi dan dikenal luas,” ujar Johannes dalam sambutannya usai terpilih.
Empat Program Unggulan Untuk Majukan Atletik Jabar
Dalam kepemimpinannya, Johannes telah menyiapkan empat program kerja unggulan sebagai langkah strategis untuk membawa olahraga atletik Jawa Barat semakin berkembang, baik dari sisi pembinaan, prestasi, hingga popularitas.
Pertama, PASI Jabar akan menggelar kejuaraan kelompok usia secara berkala di berbagai daerah dengan dukungan kolaborasi multipihak. Tujuan dari program ini adalah memperkuat regenerasi atlet sejak usia dini agar Jabar tetap menjadi barometer atletik nasional.
“Regenerasi harus dijaga. Melalui kompetisi yang rutin dan terencana, talenta-talenta muda bisa tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” tegas Johannes.
Kedua, pelatihan bagi pelatih dan wasit akan diintensifkan mulai dari level daerah, nasional hingga internasional. Ia menilai, kualitas SDM pendukung seperti pelatih dan wasit memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan pembinaan prestasi.
Ketiga, optimalisasi media dan dokumentasi untuk membangun citra positif atletik di tengah masyarakat. Menurut Johannes, olahraga atletik memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun masih kurang dikenal secara luas.
“Selama ini masyarakat akrab dengan marathon, tapi belum tentu tahu bahwa itu bagian dari atletik. Kita akan perkuat branding PASI agar lebih dikenal dan menarik sponsor,” ujarnya.
Baca juga:KONI Dukung Bandung Miliki Padepokan Bela Diri
Keempat, fokus pada peningkatan performa atlet elite melalui pendekatan sport science dan teknologi. Program ini ditujukan untuk menurunkan risiko cedera serta menyusun pola latihan yang lebih terukur dan berbasis data.
“Penerapan sport science itu mutlak. Kita ingin pembinaan atlet tidak hanya mengandalkan fisik semata, tapi juga pendekatan ilmiah agar prestasi bisa konsisten dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Johannes menekankan, kesuksesan seluruh program yang dirancang tidak bisa dicapai sendiri. Ia mengajak seluruh elemen PASI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk saling mendukung dan bekerja sama demi memajukan atletik Jawa Barat.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dari semua pihak, terutama pengcab PASI se-Jabar. Dengan gotong royong dan semangat kebersamaan, saya yakin atletik Jabar bisa lebih maju dan menjad
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....