KONI Dukung Bandung Miliki Padepokan Bela Diri
- 06 Agt 2025 19:03 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025 resmi dibuka di GOR KONI Kota Bandung pada Rabu (6/8/2025). Ajang prestisius ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Agustus 2025, dan diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengcab IPSI Kota Bandung yang terus menunjukkan komitmen dalam membina atlet dan mengembangkan olahraga pencak silat, khususnya dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada IPSI Kota Bandung yang tak henti membangun olahraga prestasi. Komitmen ini sangat penting, terutama sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov dan program Road to Olympic,” ujar Nuryadi saat memberikan sambutan pembukaan turnamen.
Nuryadi juga menyatakan dukungannya terhadap program nasional IPSI Pusat dalam mendorong pencak silat ke level Olimpiade. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengiriman pelatih ke luar negeri untuk memperkenalkan pencak silat secara global.
“Saya sapagodos (setuju) dengan langkah IPSI Pusat yang sedang menjalankan program menuju Olimpiade. Salah satunya adalah pengiriman pelatih ke luar negeri. Kami bangga karena empat pelatih asal Kota Bandung ikut ambil bagian, termasuk Andra Malela yang akan melatih di Argentina. Ini bukti kualitas pelatih kita diakui dunia,” ungkapnya.
Baca juga: IPSI Bandung Jaga Marwah Perguruan dan Pembinaan Silat
Terkait rencana pembangunan Padepokan Bela Diri di Kota Bandung, Nuryadi menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah dan DPRD Kota Bandung dalam mewujudkan sarana dan prasarana (sapras) yang representatif untuk cabang olahraga bela diri.
“Saatnya kita ngarojong (mendukung) pemerintah dalam pembangunan sapras bela diri. Saat ini ada 17 cabang olahraga bela diri yang sangat membutuhkan fasilitas yang layak. Ini bukan hanya untuk keperluan latihan, tapi juga untuk menyelenggarakan event berskala nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam beberapa bulan ke depan Kota Bandung akan menjadi tuan rumah kejuaraan internasional cabang olahraga sambo. Sayangnya, keterbatasan gedung masih menjadi kendala utama.
“Tahun lalu kejuaraan sambo melibatkan tiga negara, dan kita kesulitan mencari gedung yang memadai. Maka, wajar jika pembangunan gedung bela diri yang representatif menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan,” tegas Nuryadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....