IPSI Bandung Jaga Marwah Perguruan dan Pembinaan Silat

  • 06 Agt 2025 19:26 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Keberhasilan Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Bandung dalam mencetak prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tak lepas dari kontribusi besar perguruan-perguruan pencak silat yang konsisten membina atlet sejak dini.

Ketua Umum Pengcab IPSI Kota Bandung, Cece Muharam, menegaskan bahwa pihaknya hanya melanjutkan apa yang sudah ditanam dan dilatih di lingkungan perguruan. IPSI berperan menjaga kesinambungan dan keharmonisan di antara seluruh perguruan yang ada di Kota Bandung.

“Kami tidak menciptakan dari nol. Atlet dan pelatih dibina di perguruan, kami hanya meneruskan pembinaannya dalam kerangka IPSI. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada gesekan antarperguruan. Semuanya berjalan kondusif, dan kami tetap menjaga agar tidak muncul isme-isme,” ujar Cece di GOR KONI Kota Bandung, Rabu (6/8/2025).

Cece yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Bandung itu menegaskan bahwa prestasi bukan satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, IPSI ingin memastikan bahwa prestasi tersebut memberikan dampak nyata bagi masa depan para atlet.

Baca juga: Bandung Open 2025 Hadirkan 1.800 Pesilat se-Jabar

“Kalau setelah berprestasi mereka bisa jadi ASN atau TNI, itu adalah kepuasan batin yang luar biasa. Kami berharap, ke depan ada tempat khusus sebagai pusat pelatihan yang bisa menaungi seluruh cabang olahraga bela diri,” tambahnya.

Menghadapi Porprov XV/2026, Cece memastikan bahwa Kota Bandung sudah mulai melakukan persiapan meskipun sadar bahwa kompetitor dari daerah lain juga melakukan hal serupa.

“Daerah lain terus berbenah. Mereka membina atlet dan mencari cara untuk menjadi pesaing Kota Bandung. Tapi mempertahankan gelar juara tentu lebih sulit daripada merebutnya,” ujar Cece.

Menurutnya, mentalitas para atlet harus dijaga. Selain harus tetap fokus, atlet juga harus menjaga harmoni di tengah ekosistem pencak silat yang majemuk.

“Kecuali pada Porprov 2018 di Kabupaten Bogor, Kota Bandung selalu juara umum. Waktu itu, kami kalah tos-tosan dari Kabupaten Bandung, meskipun jumlah medali emas, perak, dan perunggu sama,” kenang Cece.

Terkait pelaksanaan Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025, Cece menjelaskan bahwa ajang tersebut bukan milik resmi IPSI, melainkan hasil inisiatif komunitas pelatih dan praktisi pencak silat. IPSI Kota Bandung berperan sebagai pihak yang memberikan legalitas dan pengawasan.

“Kami hanya memayungi. Event ini lahir dari inisiatif para pelatih yang ingin membina dan mengembangkan atlet. Selama mereka mengikuti aturan IPSI, kami dukung penuh,” jelas Cece.

Ia menambahkan bahwa event ini bukan ajang mencari keuntungan, melainkan sarana pembinaan jangka panjang. “Yang terpenting adalah kesinambungan pembinaan atlet, bukan sekadar mengejar profit,” tegasnya.

Mengenai regulasi, Cece menuturkan bahwa Bandung Open 2025 tidak memberlakukan aturan baru dalam pertandingan. Hal ini disambut baik oleh peserta karena ada kekhawatiran terhadap risiko cedera dan pengaburan nilai-nilai silat jika aturan diubah drastis.

“PB IPSI memang sudah mengesahkan regulasi baru untuk dilaksanakan secara nasional. IPSI Kota Bandung tetap mendukung aturan tersebut, tapi dalam pelaksanaan turnamen ini, kami memilih kembali pada aturan sebelumnya agar para peserta tetap nyaman dan aman bertanding,”ungkapnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....