Poltekpar Diharapkan Cetak SDM Pariwisata Berdaya Saing Global

  • 17 Sep 2026 20:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menilai keberadaan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di bawah Kementerian Pariwisata RI memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata. Menurutnya, setiap Poltekpar harus memiliki kompetensi dan kekhususan sesuai dengan target pengembangan pariwisata Indonesia.

"Dia (Poltekpar) juga harus punya kompetensi di bidangnya masing-masing sesuai dengan target kepariwisataan Indonesia, baik itu yang sifatnya minat, kekhususan, dan semuanya," ujar Ferdiansyah usai menghadiri Inspirational Talk Beyond Campus "Menjadi Talenta Pariwisata Berdaya Saing Global" di Kampus Poltekpar NHI Bandung, Kamis 17 September 2026 petang. Kompetensi tersebut, kata dia, juga harus mendukung target wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan internasional di Indonesia.

Ferdiansyah yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut mengatakan, keberadaan Poltekpar tidak harus dibangun di setiap provinsi. Saat ini terdapat sekitar enam Poltekpar di Indonesia, yakni di Bandung, Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

"Menurut kami, hitungan kami cukup saja paling banyak 12, tapi dia mempunyai kekhususan, mempunyai ciri daripada pariwisata yang akan dibangun di Indonesia," katanya. Ia menilai pengembangan Poltekpar perlu diarahkan berdasarkan karakter dan potensi pariwisata masing-masing daerah.

Ferdiansyah menambahkan, Poltekpar tidak hanya bertugas menyiapkan dan mencetak SDM untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata. Perguruan tinggi tersebut juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata Indonesia.

Ia berharap lulusan Poltekpar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja di sektor pariwisata, tetapi juga mampu menjadi entrepreneur. Menurutnya, lulusan dapat memanfaatkan berbagai potensi daerah untuk menciptakan peluang usaha sekaligus lapangan pekerjaan baru.

Ferdiansyah menilai infrastruktur pariwisata Indonesia saat ini sudah semakin lengkap dan mumpuni. Kondisi tersebut perlu dikemas oleh lulusan Poltekpar menjadi berbagai produk dan destinasi wisata yang memiliki nilai ekonomi.

"Nah, ini yang kami juga harapkan menjadi jualan para alumni pariwisata kembali ke daerahnya, bisa mengemas daerah tujuan wisata yang sesungguhnya bisa sangat mudah dilakukan," ujarnya. Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi modal pengembangan pariwisata, mulai dari permainan tradisional, seni tari, hingga storytelling.

Ia juga menekankan pentingnya karakter Indonesia dalam pendidikan di Poltekpar, khususnya melalui penerapan hospitality Indonesia. Pendidikan yang diberikan, kata dia, harus mencerminkan perguruan tinggi kepariwisataan dengan kekhasan Indonesia.

"Itu yang saya tekankan, pendidikan yang dilakukan Poltekpar adalah pendidikan perguruan tinggi di bidang kepariwisataan rasa Indonesia, itu yang harus menjadi ciri khas," tegasnya. Hal tersebut dinilai penting agar lulusan memiliki kompetensi sekaligus karakter yang sesuai dengan kebutuhan pariwisata nasional.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Poltekpar Bali Irene Hanna H. Sihombing menekankan pentingnya profesionalisme bagi SDM kepariwisataan. Menurutnya, profesionalisme harus berjalan seiring dengan integritas, etika, karakter, dan penguasaan kompetensi.

"Kalau kita bilang to profess, artinya dia betul-betul menguasai di bidang mana dia berada," ungkap Irene. Ia mencontohkan, lulusan yang bekerja di bidang seni kuliner harus menguasai seluruh aspek pekerjaan tersebut secara menyeluruh, mulai dari proses awal hingga akhir.

Melalui kegiatan Inspirational Talk Beyond Campus, mahasiswa diharapkan memahami perkembangan, peluang, dan tantangan dunia kerja serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi SDM pariwisata berdaya saing global. Mahasiswa juga didorong menyadari bahwa keterampilan perlu diimbangi dengan karakter, integritas, etika, dan profesionalisme dalam membangun karier.

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas diri secara berkelanjutan. Pengembangan tersebut mencakup kompetensi teknis, soft skills, kepemimpinan, wawasan global, serta kemampuan membangun kepercayaan dan reputasi profesional sejak masa pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....