Sebanyak 206 Relawan Kesehatan Dikirim ke Flores, Netty Prasetyani Minta Ini

  • 27 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyebut pengiriman 206 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) untuk memperkuat penanganan korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur merupakan langkah penting untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

“Dalam situasi bencana, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan. Tetapi kita juga harus memastikan mereka bekerja dalam kondisi yang aman, mendapat waktu istirahat yang cukup, dan tidak dipaksa mengabaikan keselamatan diri atas nama pengabdian,” ujar Netty dalam keterangannya, Kamis 27 Agustus 2026.

Netty menilai respons kesehatan pascabencana tidak boleh berhenti pada penanganan korban luka. Pemerintah perlu mengantisipasi munculnya masalah kesehatan di lokasi pengungsian, seperti ISPA, dehidrasi, gangguan gizi, serta penyakit yang berpotensi muncul akibat keterbatasan air bersih, sanitasi dan tempat tinggal yang layak.

“Setelah fase tanggap darurat, perhatian harus bergeser pada pemulihan layanan kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit yang rusak harus segera dipulihkan agar masyarakat tidak terus bergantung pada layanan darurat,” katanya.

Netty juga mendorong penguatan sistem Tenaga Cadangan Kesehatan agar dapat dimobilisasi secara cepat ketika terjadi bencana di berbagai daerah. Menurutnya, Indonesia sebagai negara rawan bencana membutuhkan sistem kesiapsiagaan kesehatan yang terencana, bukan hanya respons ketika bencana sudah terjadi.

“Bencana bisa datang kapan saja. Kita perlu memastikan setiap daerah memiliki rencana kontinjensi kesehatan, tenaga cadangan yang siap dimobilisasi, serta dukungan logistik dan fasilitas yang memadai,” tegas Netty.

Netty berharap seluruh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dapat bekerja secara terpadu untuk memastikan korban bencana mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkelanjutan.

“Prioritas kita jelas: korban tertangani, kelompok rentan terlindungi, tenaga kesehatan juga selamat, dan layanan kesehatan daerah dapat segera kembali normal,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....