KSP Dudung Buka MPLS Sekolah Rakyat, Komitmen Presiden Cerdaskan Kehidupan Bangsa
- 05 Agt 2026 16:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung Angkatan ke-2, Kamis 5 Agustus 2026. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebanyak 560 siswa yang terdiri dari tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti pembukaan MPLS tersebut. Seluruh peserta didik merupakan gabungan dari delapan sekolah rintisan yang kini terintegrasi di satu kawasan.
Usai meninjau lokasi, KSP Dudung Abdurachman memastikan operasional pendidikan di sekolah tersebut sudah siap berjalan. Pihaknya juga telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung.
"Secara keseluruhan ini sudah hampir 100 persen siap untuk operasional pendidikan. Memang masih ada kekurangan tenaga pengajar, tetapi nanti Kementerian Pendidikan Dasar akan segera melakukan perekrutan untuk memenuhi kebutuhan guru di sini," ujar Dudung.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat hadir secara khusus untuk merangkul anak-anak dari kelompok masyarakat kurang mampu (desil satu dan desil dua), anak putus sekolah, hingga anak dengan orang tua yang belum memiliki pekerjaan. Tak hanya pendidikan gratis, para siswa juga mendapatkan fasilitas asrama (boarding school) dengan jaminan pemenuhan gizi yang terukur.
"Prinsip Bapak Presiden sangat jelas, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah dan tidak ada anak yang tidak makan. Semua punya kesempatan yang sama, termasuk anak-anak disabilitas yang tadi kita lihat juga mendapatkan hak pendidikan yang setara di Sekolah Rakyat ini," tegasnya.
Selain fasilitas asrama dan jaminan gizi untuk peserta didik, pemerintah turut memberikan perhatian kepada keluarga siswa melalui program bantuan sosial, seperti pembenahan rumah tidak layak huni dan dukungan kesejahteraan.
Mengenai adaptasi para siswa baru, Dudung optimistis proses pengenalan lingkungan sekolah dapat berjalan lancar. Pembinaan dan pendampingan akan melibatkan siswa senior tingkat SMP dan SMA untuk membantu murid-murid baru, termasuk tingkat SD yang membutuhkan pengayoman.
"Melalui pemenuhan gizi yang baik dan pendidikan berkarakter di asrama, kita meyakini anak-anak ini kelak akan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul dan menjadi tumpuan masa depan bangsa," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....