Dua Jurnalis dan Tujuh WNI Ditangkap Israel, Puluhan Orang Gelar Aksi di Bandung
- 20 Mei 2026 12:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dua jurnalis Republika dan tujuh WNI lainnya dilaporkan ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, Senin 18 Mei 2026. Mereka tergabung dalam rombongan relawan internasional yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza.
Di Kota Bandung, penangkapan dua jurnalis tersebut memicu aksi solidaritas dari kalangan jurnalis, mahasiswa, aktivis kemanusiaan, hingga komunitas seni. Aksi digelar di kawasan Monumen Dasasila Bandung dan Jalan Asia Afrika, Selasa 19 Mei 2026 sore. Massa membawa poster, bendera Palestina, serta foto para jurnalis dan relawan yang ditahan Israel.
Dua jurnalis Republika tersebut diketahui bernama Bambang Noroyono dan Thoudy Badai. Koordinator aksi, Ridwan, meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para WNI yang ditahan dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Kami menuntut pemerintah Indonesia untuk hadir dan mengawal keselamatan serta memastikan perlindungan penuh bagi aktivis dan jurnalis kita yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla,” ujar Ridwan di sela aksi.
Sementara itu, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut mengecam penangkapan tersebut. Ketua IKA Jurnalistik UIN SGD Bandung, Kelik Nursetiyo Widiyanto, menilai tindakan Israel melanggar hukum humaniter internasional karena jurnalis berstatus sebagai warga sipil.
“Menyikapi penangkapan jurnalis Indonesia oleh tentara Israel pada Senin, 18 Mei 2026, Ikatan Keluarga Alumni Jurnalistik UIN Bandung menyatakan sikap mengutuk keras tindakan penangkapan tersebut,” kata Kelik dalam keterangannya.
Ia juga menyerukan solidaritas dari keluarga besar alumni jurnalistik UIN Bandung untuk membantu perjuangan pembebasan para jurnalis Indonesia yang ditahan.
“Kami menyerukan kepada keluarga besar Ikatan Keluarga Alumni Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk membantu semampunya demi pembebasan para jurnalis tersebut, termasuk saudara kita Thoudy Badai,” ujarnya.
Nama Thoudy Badai sendiri menjadi perhatian masyarakat Bandung. Selain dikenal sebagai jurnalis Republika, Thoudy merupakan warga Cicalengka, Kabupaten Bandung dan alumni Jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 2014, keikutsertaannya dalam misi tersebut merupakan sebagai bagian dari tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan untuk menyuarakan kondisi warga Gaza.
Agresi militer yang terus berlangsung di Gaza telah memicu keprihatinan dari berbagai kalangan dunia internasional. Kehadiran jurnalis di wilayah konflik dinilai penting untuk memastikan informasi mengenai krisis kemanusiaan dapat tersampaikan secara langsung kepada publik global.
Sebelumnya, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, membenarkan informasi tersebut dan menyebut keduanya tengah menjalankan tugas jurnalistik sekaligus mendokumentasikan perjalanan misi kemanusiaan menuju Gaza. Menurutnya penangkapan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional
“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia,” kata Andi Muhyiddin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....