Bandung Barat Jadi Tuan Rumah Hasiarda 2026: Kolaborasi Nyata KPID dan Pemkab KBB
- 20 Mei 2026 11:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kabupaten Bandung Barat resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Hari Penyiaran Daerah (Hasiarda) Jawa Barat 2026. Agenda puncak yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang ini menjadi tonggak penting kolaborasi antara Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Audiensi antara KPID Jawa Barat yang di komandoi Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, dan diterma langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan komitmen bersama membangun ekosistem penyiaran yang sehat dan berdaya.
Dalam audiensi tersebut, Adiyana Slamet menjelaskan bahwa sebelum puncak Hasiarda, akan digelar kick off sarasehan penyiaran bersama lembaga penyiaran se-Jawa Barat di Bandung Barat. “Ini langkah kolaboratif. Kabupaten Bandung Barat sebagai tuan rumah menunjukkan dukungan nyata terhadap permasalahan penyiaran. Lembaga penyiaran harus tetap menjadi benteng pertahanan ruang informasi masyarakat agar pembangunan sumber daya manusia bisa berjalan,” ujarnya. Selasa 19 Mei 2026.
Adiyana menekankan bahwa KPID Jawa Barat terus melakukan terobosan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memperkuat ekosistem penyiaran. “Kami ingin memastikan lembaga penyiaran hadir sebagai garda depan dalam menjaga kualitas informasi publik. Kolaborasi ini bukan hanya untuk Bandung Barat, tapi juga untuk Jawa Barat dan Indonesia,” tambahnya.
Hal ini pun disambut baik oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. menurut penunjukan daerahnya sebagai tuan rumah Hasiarda 2026 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Bandung Barat yang terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan bantuan penuh lembaga penyiaran.
“Kami sangat mengapresiasi KPID yang memilih Bandung Barat. Ini kebanggaan bagi kami. Pemerintah Bandung Barat siap berkolaborasi penuh, karena KPID adalah badan yang memantau penyiaran baik radio maupun televisi. Tanpa pengawasan, penyiaran bisa kacau,” tegas Jeje.
Lebih jauh, Jeje menekankan peran lembaga penyiaran sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah. “Harapan kami, lembaga penyiaran terus memberikan berita yang baik, menjadi saluran informasi kebijakan pemerintah daerah, dan mendidik masyarakat. Dengan begitu, penyiaran tidak hanya menghibur, tapi juga menuntun,” katanya.
Hasiarda 2026 di Bandung Barat diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara regulator, pemerintah daerah, dan lembaga penyiaran. Agenda ini bukan sekadar perayaan, melainkan wadah refleksi dan konsolidasi menghadapi tantangan disrupsi informasi di era digital. KPID Jawa Barat menegaskan bahwa penyiaran harus adaptif, namun tetap berakar pada fungsi edukasi dan perlindungan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....