Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah Pasar Caringin
- 10 Mei 2026 17:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi upaya pengelolaan sampah di Pasar Caringin, Kota Bandung, yang dinilai tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi dan membuka peluang kerja baru berbasis lingkungan.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan di Pasar Caringin sudah menunjukkan langkah positif dalam menerapkan sistem pengolahan yang produktif dan berorientasi pada pemanfaatan kembali limbah menjadi produk bernilai tambah.
“Saya rasa Pasar Caringin, walaupun ini milik swasta, sudah berusaha keras mengikuti norma-norma bagaimana mengelola sampah yang baik. Dan tidak sekadar untuk menghilangkan sampah, tapi bagaimana sampah bisa berguna juga untuk kegiatan-kegiatan perekonomian lainnya,” ujar Jumhur saat melakukan kunjungan peninjauan pengelolaan sampah di Pasar Caringin kota Bandung, Minggu 10 Mei 2026.
Ia menjelaskan, berbagai hasil pengolahan sampah di lokasi tersebut telah dimanfaatkan menjadi silase, pelet bahan bakar, pakan ternak, hingga etanol. Menurutnya, inovasi tersebut dapat menciptakan green job atau lapangan kerja hijau yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
“Jadi ada nilai menciptakan green job juga karena ada orang yang bekerja untuk sesuatu yang penting dalam peningkatan nilai tambah. Tadi ada silase, ada pelet untuk bahan bakar, kemudian ada juga untuk makanan ternak. Bahkan ada etanol,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Jumhur menyebut produksi etanol dari pengolahan sampah organik di Pasar Caringin mampu mencapai sekitar 30 ribu liter atau 30 ton per bulan. Ia menilai angka tersebut cukup besar untuk ukuran satu pasar tradisional.
“Tadi dikatakan bahwa dalam satu bulan bisa 30 ribu liter atau 30 ton per bulan. Ini satu pasar loh. Kalau ini ada pasar besar di seluruh Indonesia, tentu jumlahnya akan sangat banyak,” ucapnya.
Ia menilai, jika sistem serupa diterapkan secara luas di berbagai pasar di Indonesia, maka hasil pengolahan sampah berpotensi menjadi kontribusi besar bagi kebutuhan energi nasional.
“Nah kalau itu jumlah-jumlah, jangan-jangan bisa ratusan ribu ton. Itu bisa jadi sumbangan untuk bahan bakar kita. Jadi saya akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan juga Kementerian Migas, serta Badan POM terkait pemanfaatannya,” katanya.
Meski demikian, ia menilai sistem yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan agar lebih terintegrasi dan semakin optimal dalam menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan pasar.
“Inisiatif seperti ini harus kita hargai, dan mudah-mudahan lebih terintegrasi lagi nanti. Lebih mantap lagi dalam kebersihan dan pengelolaannya. Tapi secara umum, dari pasar yang begitu banyak ini, alhamdulillah. Tinggal kita adopsi atau direplikasi ke pasar-pasar lainnya,” ucapnya.
Jumhur juga menekankan bahwa teknologi dan alat yang digunakan dalam pengolahan sampah tersebut relatif sederhana dan tidak memerlukan investasi besar. Bahkan, menurutnya, sebagian besar teknologi tersebut merupakan karya anak bangsa yang sudah banyak dikembangkan di daerah.
“Biayanya justru sederhana, alat-alatnya juga tidak mahal dan nilai tambahnya terus berlanjut. Orang Indonesia di desa banyak yang bikin. Itu tadi juga karya anak bangsa, jadi baguslah untuk kita dukung bersama,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....