Almadina: Pembatasan Medsos Anak Perlu Pendampingan dan Literasi

  • 03 Apr 2026 12:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pemerhati Psikologi Komunikasi Anak dan Keluarga Universitas Pasundan Bandung, Dr. Almadina Rakhmaniar, menegaskan pembatasan akses media sosial bagi anak-anak tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Menurutnya, kebijakan tersebut harus dibarengi dengan pendampingan orang tua serta literasi digital yang memadai.

“Kalau dampak untuk anak pasti ada. Apalagi anak yang sudah terbiasa menggunakan media sosial atau menyaksikan konten melalui gadget. Jadi ketika akses dihentikan, tentu akan menimbulkan perubahan kebiasaan yang bisa berdampak pada kondisi psikologis mereka,” ujar Almadina, Bandung, Jumat 3 April 2026.

Ia menekankan, orang tua maupun sekolah perlu terlebih dahulu melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada anak sebelum pembatasan diberlakukan. Hal ini penting agar anak memahami alasan pembatasan dan tidak merasa kehilangan secara mendadak.

“Tidak bisa serta-merta gadget diambil atau akses aplikasi diberhentikan begitu saja. Harus ada komunikasi dulu, baik dari pihak sekolah maupun orang tua, agar anak-anak siap menghadapi pembatasan,” jelasnya.

Almadina juga menyoroti potensi dampak negatif jika pembatasan dilakukan tanpa penjelasan. Anak-anak bisa saja mencari cara untuk mengakses media sosial secara sembunyi-sembunyi, yang justru menimbulkan masalah baru bagi kesehatan mental mereka.

“Jika tidak ada informasi sebelumnya, perilaku sembunyi-sembunyi ini bisa muncul. Padahal kebiasaan menggunakan gawai sudah menjadi kebutuhan bagi anak. Kalau akses dihentikan, kebutuhannya tidak hilang. Ini yang harus diantisipasi,” tambahnya.

Menurutnya, kebutuhan anak terhadap gawai dan media digital harus dipahami sebagai bagian dari pola hidup yang sudah terbentuk. Oleh karena itu, pembatasan harus diarahkan untuk mengurangi konten negatif, bukan sekadar menghentikan akses.

“Justru proses ini harus dimaknai sebagai upaya mengurangi kebiasaan negatif. Dengan pendampingan yang tepat, anak bisa diarahkan pada penggunaan media yang lebih sehat dan bermanfaat,” tegas Almadina.

Ia berharap kebijakan pembatasan media sosial bagi anak-anak dapat menjadi momentum memperkuat literasi digital keluarga. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya terlindungi dari dampak buruk media sosial, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....