Tanggulangi PMK, Pemerintah Siapkan 4 Juta Dosis Vaksin

  • 05 Feb 2026 15:19 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Pemerintah, melalui Dirjen Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, menyalurkan empat juta dosis vaksinasi berikut biosekuriti, untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Penyaluran  empat juta vaksinasi PMK tersebut, lebih difokuskan ke 9 provinsi yang ditetapkan sebagai zona penanggulangan. 

Hal itu diungkapkan, Dirjen Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung kepada wartawan di Subang, Kamis 5 Februari 2026. Dengan vaksimasi dan biosekuriti PMK tersbeut, diharapkan dapat menyelamatkan seluruh populasi ternak yang ada di seluruh Indonesia. 

"Kami juga mendorong pemerintah daerah melalui APBD provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk pengadaan vaksinasi tersebut, dan juga peran dari swasta untuk melakukan vaksinasi mandiri, termasuk keterlibatan dari sejumlah Perguruan tinggi yang ada. Agar kedepan Indonesia terbebas dari PMK," ujar Agung. 

Ia menyebut, PMK sendiri  jika dibiarkan, akan berdampak terhadap perekonomian peternak, karena dapat menurunkan kualitas ternak dan juga populasinya ikut menurun. Maka dari itu ia meminta para peternak, mau menerima vaksinasi yang disalurkan pemerintah, demi menjaga kesehatan hewan ternak, dari PMK yang merugikan peternak. 

"Meski PMK ini, tidak mengakibatkan mati terhadap hewan ternak, tetap dampaknya terhadap kualitas dan populasi hewan ternak menurun, sekaligus berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat peternak kita," terangnya. 

Baca juga:Kementan Salurkan Bantuan Vaksinasi Secara Serentak Untuk Peternak

Ciri-ciri hewan ternak yang terkena PMK, mulai dari mulut mengeluarkan busa yang berlebihan, dan menyebabkan air liur yang berlebihan, serta ada radang di kaki. PMK ini juga lanjut dia, menular antara sesama. Jenis hewan ternak, sertifikat kambing, domba, kerbau, dan sejenisnya, namun tidak menular kepada manusia. 

"Jadi peternak juga harus menjaga kebersihan kandang, dan lakukan vaksinasi terhadap hewan ternak,. Selain itu, menjaga lalu lintas hewan ternak, terutama dari daerah yang epidemi PMK," tandas dia. 

Sementara itu, Sekda Kabupaten Subang Asep Nuroni menyambut positif, penyaluran vaksinasi PKM, yang dilakukan Dirjen Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Ia juga bersyukur, Subang mendapatkan alokasi terbanyak di Jawa Barat. 

"Alhamdulillah, Subang masuk dalam skala prioritas Kementerian Pertanian, karena populasi ternak kuta mencapai 45 ribu hewan ternak, sehingga alam kita manfaatkan smsaksimal mungkin, agar PMK bisa kita antisipasi," ungkap Asep Nuroni. 

Ia juga menegaskan, terkait dukungan dari APBD Kabupaten, tentang pengadaan vaksinasi tersebut, tentunnya sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 300 juta. Kendati anggaran sebesar itu, tidak mencukupi, namun pihaknya mengajak kepada perusahaan untuk melakukan vaksinasi mandiri. 

"Sehingga, PMK di Subang bisa kita berantas, dan Subang tetap menjadi salah satu Kabupaten di Jawa Barat, yang menjadi pemasok hewan ternak terbesar, selain menjadi kabupaten yang menyandang predikat sebagai lumbung padi di Jawa Barat dan juga nasional," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....