Kunjungi Bio Farma, DPR Minta Sektor Kesehatan PSN
- 29 Jan 2026 17:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke PT Bio Farma Bandung, Kamis 29 Januari 2026. Dalam kunjungan tersebut Komisi VII DPR RI menekan pentingnya ketahanan kesehatan.
Komisi VII DPR RI juga meminta masalah kesehatan menjadi program strategis pemerintah. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi VII Evita Nursanty usai dengar pendapat dengan jajaran Direktur Utama dan Komisaris PT Bio Farma Bandung.
“Di kesehatan juga, saya minta ini menjadi program strategis nasional. Kesehatan ini bagaimana kita juga menunjukkan kemandirian,”ucap Evita.
Evita juga menyoroti masalah bahan baku yang masih terlalu mahal karena harus impor. Kondisi tersebut terjadi bukan hanya di Bio Farma saja, namun juga perusahaan – perusahaan lainnya milik pemerintah seperti diantaranya PT. Dirgantara Indonesia dan PT.Pindad.
Untuk itu Evita berharap, Danantara yang saat ini tengah mencari target investasi dapat membangun pabrik yang menyuplai bahan baku untuk industri milik pemerintah. “Kalau saya bisa beri usulan bukan pabrik tekstil yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Indonesia membutuhkan industri untuk memproduksi bahan baku, Danantara diminta konsentrasilah untuk membangun pabrik bahan baku di Indonesia,”ucap Evita.
Baca juga:Hadapi Krisis Global, Iwan Berharap Stok Pangan Stabil
Evita menekankan, ketergantungan bahan baku bagi industri saat ini sangat tinggi. Sementara di dalam negeri, bahan baku tersebut sangat terbatas.
Dengan pemenuhan bahan baku dalam negeri, Evita optimis industri Indonesia dapat mempunyai daya saing. “Kebijakan kita ini masih timpang tindih. Semuanya harus memiliki political will yang paling penting, untuk menuju kemandirian produk industri, dalam negeri,”tegas dia.
Selain itu juga menurutnya, Komisi VII DPR RI akan mendorong regulasi yang meringankan impor alat kesehatan. Ia mencontohkan mahalnya alat fentilator saat pandemi Covid melanda Indonesia.
“Kalau kawasan khusus itu ada intensif yang diberikan, masukin ini bebas impor. Sekarang untuk alat kesehatan, untuk mengurangi biaya, kasilah intensif walaupun tidak free,”pungkas dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....