Mentan Dorong Perubahan Pola Tanam Pasca Longsor Cisarua

  • 28 Jan 2026 14:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Bencana longsor yang mengakibatkan puluhan korban jiwa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk melakukan langkah mitigasi jangka panjang. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai, tanpa perubahan mendasar pada pengelolaan lahan, bencana serupa sangat berpotensi kembali terjadi.

Hal tersebut disampaikan Amran saat meninjau langsung lokasi longsor, Rabu 28 Januari 2026 pagi. Menurutnya, kondisi geografis wilayah Cisarua tergolong ekstrem, dengan tingkat kemiringan lahan berkisar antara 20 hingga 30 derajat, bahkan mencapai 45 derajat di beberapa titik.

“Kondisi ini sangat rawan. Kalau tidak segera ditangani, longsor bisa terulang,” ujar Amran di lokasi bencana.

Sebagai langkah mitigasi, Kementerian Pertanian mendorong perubahan pola tanam di wilayah dengan kemiringan tajam. Amran meminta Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail untuk segera mengusulkan program penggantian tanaman hortikultura menjadi tanaman tahunan seperti kopi, kelapa, dan alpukat.

Baca juga:Ditengah Kabut, Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Dilanjutkan Kembali

Tanaman tahunan dinilai lebih aman karena memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga mampu menahan erosi dan mengurangi risiko longsor. “Anggaran untuk program ini sudah tersedia dan tinggal menunggu usulan resmi dari pemerintah daerah serta persetujuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,” katanya.

Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan tim lapangan untuk mempercepat realisasi program tersebut. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menargetkan pengembangan perkebunan seluas sekitar 870 hektare secara nasional, dengan prioritas di daerah rawan bencana.

Selain aspek lingkungan, Amran memastikan perubahan pola tanam tidak akan merugikan petani. Ia menegaskan, pendapatan petani tetap menjadi perhatian utama pemerintah. Lahan dengan kemiringan ekstrem akan ditanami tanaman tahunan, sementara masa transisi akan disesuaikan.

“Pendapatan petani tidak akan hilang, hanya bergeser. Setelah kopi produktif sekitar tiga tahun, hasilnya akan menggantikan pendapatan dari hortikultura,” jelasnya.

Di sela kunjungannya, Amran juga menyerahkan bantuan darurat bagi korban longsor berupa 24 truk berisi makanan siap saji, beras, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut merupakan tahap awal dari total 100 truk yang disiapkan, namun pengiriman dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi akses di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....