Fosil Gajah Purba Stegodon Trigonocephalus Ditemukan di Nganjuk

  • 21 Nov 2025 18:12 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Badan Geologi melalui Museum Geologi mengumumkan penemuan fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus di Dusun Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan tim ekskavasi bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk ini disebut cukup lengkap, mencapai sekitar 70 persen bagian tubuh.

Kepala Badan Geologi, M. Wafid AN, menjelaskan bahwa proses penemuan ini berawal dari korespondensi Pemda Nganjuk sejak 2023. “Mereka mengirim surat kepada kami, lalu kami lakukan survei lapangan pada 2024. Baru di 2025 ekskavasi dilakukan, dan ternyata ditemukan satu situs dengan fosil yang cukup utuh,” ungkapnya. Jumat (21/11/2025).

Baca juga: ITB-OIKN Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Rimba Kota IKN

Dari hasil identifikasi, fosil diperkirakan berusia sekitar 800 ribu tahun. Rekonstruksi awal menunjukkan ukuran tubuh gajah purba ini mencapai panjang 4 meter dan tinggi 3 meter. “Sepertinya individu dewasa, terlihat dari geraham yang sudah mengalami proses pemakaian penuh,” tambah Wafid.

Lebih lanjut Wafid mengatakan fosil tersebut akan dikonservasi di Museum Geologi Bandung. Rencananya, setelah rekonstruksi selesai dalam waktu 8–9 bulan, fosil akan dipamerkan untuk publik.

Potensi Temuan Lanjutan

Menurut Wafid, litologi di kawasan perbukitan zona Kendeng yang didominasi napalan dan clay cukup potensial menyimpan fosil lain. “Baru satu fosil besar yang ditemukan, tapi kemungkinan masih ada temuan lain. Situs ini bisa jadi habitat purba yang menyimpan banyak jejak kehidupan,” ujarnya.

Jejak Dataran Sunda

Penemuan ini menambah daftar panjang fosil purba di Jawa, yang sebelumnya juga ditemukan di Blora dan sepanjang aliran Bengawan Solo. Wafid menekankan bahwa temuan di Nganjuk memperkaya pemahaman tentang ekologi Dataran Sunda masa lalu. “Lingkungan Jawa kala itu menjadi habitat berbagai binatang besar, termasuk stegodon. Penemuan ini membuka peluang kajian lebih luas tentang migrasi dan kehidupan fauna purba,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....