ITB-OIKN Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Rimba Kota IKN
- 21 Nov 2025 12:22 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tengah memfinalisasi penyusunan kerja sama pengelolaan kawasan Rimba Kota di wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya OIKN menggandeng perguruan tinggi dalam mengelola kawasan lindung, selaras dengan visi pembangunan IKN sebagai “Forest City”, yakni kota hijau yang berorientasi pada konservasi dan keberlanjutan lingkungan.
ITB Kelola 129 Hektare Rimba Kota
Dalam rancangan kerja sama, ITB dialokasikan untuk mengelola blok hutan seluas 129,69 hektare. Menindaklanjuti hal itu, ITB membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perencanaan Kerja Sama Pengelolaan Rimba Kota IKN yang diketuai oleh Prof. Endah Sulistyawati. Anggota satgas terdiri dari dosen lintas fakultas, termasuk SITH, SAPPK, FITB, serta STEI.
Satgas mulai bekerja melalui program Pengabdian Masyarakat ITB 2025 Skema Top Down dengan melakukan kajian awal, identifikasi potensi kawasan untuk Tridarma, pemetaan calon mitra masyarakat, hingga penyusunan rancangan rencana pengelolaan.
Survei Lapangan: Temuan Tutupan Eucalyptus dan Keanekaragaman Hayati
Survei udara dengan drone serta survei rona lingkungan dilaksanakan pada 22 Juli 2024. Hasilnya menunjukkan kawasan calon Hutan ITB didominasi tegakan Eucalyptus berumur 3–5 tahun dengan tingkat tutupan kanopi 40–90 persen.
Tim juga mencatat keberadaan 42 jenis tumbuhan dan 40 jenis burung, termasuk dua spesies endemik Borneo serta empat spesies yang berstatus dilindungi.
Hutan ITB Sebagai Penanda Kehadiran di IKN
Kawasan pengelolaan ini dirancang menjadi penanda kehadiran ITB dalam mendukung pembangunan IKN, khususnya pada aspek restorasi hutan. Rimba Kota ITB akan berfungsi sebagai Pusat Pengetahuan (Knowledge Hub) untuk pengembangan pemanfaatan sumber daya hayati (bioresource utilization) dan teknologi hijau.
Pemanfaatan kawasan meliputi:
Pendidikan: lokasi kuliah lapangan, studio perencanaan, dan kolaborasi akademik.
Penelitian: transformasi hutan, pengembangan smart forest, dan studi ekologi.
Pengabdian masyarakat: demplot agroforestri, pelatihan teknologi tepat guna, serta dukungan ITB untuk pembangunan berkelanjutan di IKN.
Kolaborasi dengan Mitra Lokal
Satgas juga melakukan penjajakan kemitraan dengan sejumlah mitra lokal pada 22 Juli 2025, di antaranya:
SMKN 1 Penajam Paser Utara sebagai mitra pengembangan smart forest,
Pondok Pesantren Hidayatullah Pemaluan sebagai mitra pengembangan agroforestri dan akuakultur.
Baca juga: Pemkot Bandung Ultimatum Proyek Galian Wajib Selesai 5 Desember
Langkah ini diarahkan untuk membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan lembaga pendidikan dan masyarakat sekitar.
Dukungan dan Koordinasi Intensif dengan OIKN
Proses penyusunan kerja sama dilakukan melalui koordinasi erat antara Satgas ITB dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan SDA OIKN, Dr. Myrna Asnawati Safitri. Audiensi resmi berlangsung pada 12 Oktober 2025 yang dihadiri jajaran Deputi OIKN, di antaranya:
Dr. Myrna Asnawati Safitri (Deputi Lingkungan Hidup dan SDA),
Dr. Mia Amalia (Deputi Perencanaan dan Pertanahan),
Dr. Agung Indrajit (Deputi Transformasi Hijau dan Digital),
Dr. Danis Hidayat Sumadilaga (Plt. Deputi Sarana dan Prasarana).
Dalam pertemuan itu, Satgas ITB memaparkan rancangan pemanfaatan kawasan dan menerima sejumlah masukan strategis dari OIKN.
Menuju Penandatanganan Kesepakatan
Pembahasan kerja sama kedua pihak kini memasuki tahap final dan diharapkan segera ditegaskan melalui penandatanganan kesepakatan formal. Kehadiran Hutan ITB di IKN nantinya menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi tersebut dalam restorasi hutan, pemanfaatan keanekaragaman hayati, dan pengembangan teknologi hijau.
ITB juga membuka ruang kolaborasi lebih luas untuk pembangunan infrastruktur riset, program penanaman pohon, hingga dukungan teknologi pada transformasi kawasan hutan.
“Hutan ITB di IKN diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga pusat inovasi dan pembelajaran yang memperkuat semangat Tridarma perguruan tinggi,” ujar Prof. Endah Sulistyawati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....