Menpar RI, 5 Ribu Posisi Kerja Lulusan NHI
- 24 Sep 2025 12:18 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan geliat positif dengan peningkatan peluang kerja yang signifikan. Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa kementeriannya telah menyiapkan sekitar 5.600 posisi kerja untuk para mahasiswa dan lulusan, dengan jumlah pendaftar yang mencapai lima kali lipat lebih banyak dari kuota yang tersedia.
“Minatnya sangat tinggi. Dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Indonesia yang meningkat sekitar 10 persen, peluang kerja di sektor pariwisata juga terus terbuka luas,” ujar Menteri Widiyanti usai menghadiri Wisuda Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung di Gedung Graha I Gede Ardika (DOME), Jalan Dr. Setiabudi No. 186 Kota Bandung, Rabu (24/9/2025).
Menteri juga mengapresiasi capaian lulusan Poltekpar NHI Bandung yang lebih dari 30 persen memilih menjadi entrepreneur, khususnya di bidang kuliner dan usaha makanan-minuman. Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa sektor pariwisata tidak hanya membuka peluang kerja formal, tetapi juga memicu lahirnya wirausaha baru yang berdaya saing.
“Kesempatan bekerja di pariwisata masih sangat baik. Namun yang lebih membanggakan, banyak lulusan yang memilih jalan wirausaha dan membuka lapangan kerja baru,” ucapnya.
Baca juga: Menpar RI, NHI Quality Tourism Berdaya Saing Global
Sedangkan, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini M. Paham, menambahkan bahwa Poltekpar NHI Bandung telah meraih akreditasi unggul dan menjalin kerja sama internasional dengan berbagai pihak, mulai dari Swiss, Perancis, hingga Jepang.
“Selain itu, untuk meningkatkan standar kualitas, kita sudah mengadopsi ASEAN MRITP (Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals). Artinya, lulusan kita kini sudah memiliki standar ASEAN yang diakui secara global. Ini memastikan lulusan Poltekpar dapat diterima bekerja tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia internasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur Poltekpar NHI Bandung, Dr. Anwari Masatip, MM.Par., CEE., mengungkapkan bahwa melalui hasil tracer study, sebanyak 93 persen mahasiswa telah terserap kerja bahkan sebelum mereka lulus.
“Kami punya tiga tugas utama: before service, during service, after service. Selama kuliah, mahasiswa sudah diarahkan untuk siap kerja. Data kami menunjukkan 93 persen terserap kerja, sementara 7 persen sisanya hanya menunggu masa tunggu sekitar 3 bulan,” katanya.
Selain itu, ia menekankan bahwa paradigma lulusan kini telah bergeser. “Bekerja tidak harus di tempat orang lain. Banyak lulusan kita memilih untuk mandiri. Tahun ini, capaian wirausaha meningkat dari target 30 persen menjadi 36,87 persen. Ini perkembangan yang sangat progresif,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....