Maruarar Sirait Dukung Pembentukan Akademi The HUD Institute
- 29 Agt 2025 15:45 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan Akademi The Housing and Urban Development (HUD) Institute sebagai lembaga pendidikan yang akan berperan penting dalam pengembangan program perumahan di Indonesia.
“Saya minta tolong bantuan pemikiran konsep, saran, dan kritik dari The HUD Institute. Mari kita bekerja sama secara riil. Tadi katanya mau bikin Akademi The HUD Institute, saya siap dukung,” ujar Menteri PKP RI Maruarar Sirait Jumat (29/8/2025).
Menteri PKP juga mengajak The HUD Institute untuk terus memberikan kritik konstruktif terhadap program perumahan yang digagas pemerintah. Menurutnya, masukan tersebut sangat dibutuhkan untuk menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
Baca juga: Menteri P2MI Dorong Lulusan UPI jadi PMI Terampil
“Bagi saya kritik itu seperti vitamin. Saya juga perlu rekan berdiskusi yang baik untuk program perumahan. Silakan beri masukan dan saran kepada kami, terutama untuk program perumahan bagi rakyat,” katanya.
Ia menekankan, penting bagi The HUD Institute yang beranggotakan akademisi, mantan birokrat, hingga praktisi dari berbagai latar belakang untuk melakukan kajian berbasis kondisi riil masyarakat, termasuk persoalan penyediaan lahan, pembiayaan perumahan, hingga skema-skema inovatif untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Maruarar Sirait bahkan menyatakan siap menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp 1 miliar untuk mendukung berdirinya Akademi The HUD Institute.
“Saya juga siap menyumbang pakai uang pribadi Rp 1 miliar buat Akademi The HUD Institute. Jadi tidak pakai uang negara. Hidup saya saya dedikasikan buat rakyat, khususnya rakyat miskin yang belum punya rumah,” katanya.
Maruarar menambahkan, peran akademi ini nantinya tidak hanya untuk mencetak tenaga ahli, tetapi juga mendidik para pengembang agar membangun rumah subsidi yang berkualitas.
“Didiklah para pengembang. Jangan hanya yang pintar, tetapi yang punya hati dan tanggung jawab kepada rakyat. Jangan membodohi atau membohongi rakyat. Bangun rumah subsidi yang berkualitas, karena program rumah subsidi adalah prioritas utama saya sebagai Menteri,” katanya.
Ia pun menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat mendukung program perumahan rakyat. Hal itu ditunjukkan dengan peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit pada tahun pertama, dan diusulkan meningkat menjadi 500.000 unit pada tahun depan.
“Rumah subsidi ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah, mulai dari buruh, tukang becak, tukang bubur, tukang soto, hingga asisten rumah tangga (ART). Pada Jumat, 30 Agustus 2025, saya akan mengalokasikan FLPP khusus untuk ART dan akan sosialisasi KUR Perumahan pada awal September di Kota Bandung,” tandasnya.