Menteri P2MI Dorong Lulusan UPI jadi PMI Terampil

  • 28 Agt 2025 14:52 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding mendorong lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung untuk menjadi tenaga kerja migran yang terampil dan memiliki daya saing. Menurutnya, UPI merupakan salah satu perguruan tinggi yang banyak menghasilkan lulusan terbaik.

Hal itu disampaikan Menteri P2MI saat meresmikan Migran Center di kampus UPI Bandung, Kamis (28/8/2025). Migran Center merupakan hasil kolaborasi UPI dan pemerintah dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia yang berkualitas.

“Migran Center ini adalah upaya kita menjawab tantangan tenaga kerja migran Indonesia ke luar negeri,” ujar Abdul Kadir Karding yang juga dikenal sebagai Gus Iqdam. Ia menilai, tingkat kelulusan tenaga migran Indonesia selama ini belum memuaskan.

Gus Iqdam menyebut, penguasaan bahasa asing menjadi tantangan besar bagi para pekerja migran. Bahasa Jepang, Korea, dan Jerman menjadi prioritas pelatihan yang harus ditingkatkan.

“Bahasa menjadi hal penting dan cukup sulit dipelajari, sehingga Migran Center ini hadir sebagai solusi,” jelasnya. Ia menambahkan, pelatihan dan sertifikasi juga sangat dibutuhkan oleh para pekerja migran.

Gus Iqdam mengungkapkan, Jepang saat ini membuka peluang kerja untuk 639 ribu orang pada tahun 2025. Indonesia berupaya mengambil peluang tersebut dan menargetkan bisa mengisi 10 persen dari jumlah itu.

Baca juga : Siap-Siap Kebanjiran Diskon di Bandung Great Sale 2025

Sementara itu, Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi menyambut baik kerja sama UPI dengan P2MI dalam menyiapkan pekerja migran. Ia menyebut, UPI memiliki lebih dari 50 ribu mahasiswa dan 176 program studi.

Menurut Didi, para lulusan UPI membutuhkan akses lapangan kerja yang luas, termasuk ke luar negeri. Ia menilai, kerja sama ini menjadi solusi untuk menyalurkan lulusan UPI sebagai pekerja migran.

“Kita tidak ingin lulusan UPI kesulitan mencari kerja setelah wisuda,” kata Didi. Ia menambahkan, kampus harus ikut memikirkan masa depan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Didi menegaskan, UPI akan membuka peluang bagi mahasiswa untuk bekerja tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Ia menilai kerja sama ini merupakan langkah baru yang sangat strategis.

“UPI menggandeng P2MI, dan alhamdulillah pak Menteri sangat antusias menyambut kerja sama ini,” ujarnya. Ia berharap UPI bisa menjadi penghubung mahasiswa dengan dunia kerja yang sesungguhnya.

Rektor UPI juga menyebut, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bahasa. UPI memiliki jurusan bahasa lengkap seperti Inggris, Arab, Jepang, Jerman, Korea, dan Perancis.

“Dengan kerja sama LPK, kami bisa lebih kuat menyiapkan kompetensi bahasa bagi calon pekerja migran,” jelas Didi. Ia menambahkan, UPI juga sudah resmi menyelenggarakan tes keterampilan bahasa Korea yang diakui pemerintah Korea.

UPI juga akan menjadi pusat pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja migran. Dengan demikian, lulusan UPI akan lebih siap menghadapi pasar kerja internasional.

“Ini bentuk tanggung jawab UPI, bukan hanya selama proses pendidikan, tapi juga setelah mahasiswa lulus,” tutup Rektor UPI.

Rekomendasi Berita