Kemenpora Menyambut Positif Peluang Kerja di Luar Negeri
- 19 Jun 2025 13:55 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menyambut baik program kerjasama Indonesia dan Jerman terkait penyaluran tenaga kerja migran. Saat ini ada 1,3 juta lowongan di luar negeri yang baru terpenuhi sekitar 270 ribu orang lebih.
Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Kemenpora RI Esa Sukmawijaya mengatakan, peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik baiknya. Apalagi angka usia produktif dan anak muda di Indonesia cukup tinggi atau sekitar 60 persen lebih dari jumlah penduduk.
"Hari ini saja anak muda kita ada sekitar 65 juta lebih. Artinya, ini peluang kita untuk mendidik para tenaga kerja kita yang terampil, bahasa yang hebat. Kita harus memenuhi peluang ini sebaik baiknya,"ungkap Esa Sukmawijaya di sela acara kerjasama Indonesia - Jerman penyaluran tenaga kerja migran di Bandung, Kamis (19/6/2025).
Dijelaskan Esa, menangkap peluang tersebut Kemenpora mempunyai misi. Selain itu juga, Kemenpora RI kini tengah menyusun peraturan Presiden (Perpres) tentang koordinasi lintas sektoral pelayanan kepemudaan, diantaranya dengan Kementrian Tenaga Kerja serta Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
"Sebagian besar tenaga kerja itu adalah pemuda. Kemungkinan besar kami akan PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan P2MI, di seluruh provinsi maupun kabupaten/kota termasuk di Jawa Barat,"jelas dia.
Baca juga: Pemkot Bandung Targetkan 15.000 Lapangan Kerja Baru
Esa juga mengatakan, adanya pusat migrasi pekerja di Bandung dan Mataram, menjadi peluang bagi Kemenpora untuk menjalin kerjasama. Kemenpora nantinya menurut Esa, akan mengelola pemuda untuk menjadi tenaga kerja migran.
"Kami Kemenpora tidak memberikan latihan, ini porsinya ada di kementrian terkait. Nanti kita kan mengelola para pemudanya itu, 65 juta pemuda itu. Jadi isu tenaga kerja isu yang menarik. Jujur saja dari indikator indeks pemuda terkait pekerjaan itu menarik dari lima isu yang kami kelola,"ujar dia.
Intinya menurut Esa, Kemenpora akan menarik para mahasiswa atau pemuda, sebagai calon tenaga migran Indonesia yang terampil. Sehingga nantinya dapat diterima oleh negara lain, termasuk Jerman dan Eropa.
Sementara itu dalam acara tersebut, Indonesia dan Jerman memperkuat kolaborasi dalam rangka menyediakan jalur yang adil dan etis bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri. Komitmen tersebut ditandai dengan dialog tingkat tinggi dan peresmian dua program baru, yakni Pusat Informasi Terpadu untuk Migrasi, Vokasi, dan Pembangunan Indonesia (MOVE-ID).
Program itu diimplementasikan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH atas nama Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), dibuka secara resmi di Bandung dan Mataram.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....