Warung Nasi Bu Eha Tetap Legendaris di tengah Perubahan Zaman
- 11 Agt 2026 12:45 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sebuah warung sederhana yang tampak usang dimakan usia justru menjadi salah satu perhatian di kawasan Pasar Cihapit, Kota Bandung. Di tengah suasana pasar yang terus berkembang, warung tersebut tetap ramai dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati aneka hidangan khas Sunda.
Warung Nasi Bu Eha menjadi salah satu kuliner legendaris yang hingga kini masih mempertahankan keberadaannya. Dari rombongan besar hingga keluarga kecil, para pembeli terlihat silih berganti datang untuk menyantap makanan yang telah dikenal lintas generasi.
Saat dikunjungi, aktivitas di Warung Nasi Bu Eha tampak tidak pernah sepi. Sejumlah pembeli terlihat mengantre sambil memilih beragam lauk yang tersedia, sementara pelayan dan pengelola sibuk melayani pesanan para pelanggan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa usia warung tidak menjadi penghalang untuk tetap diminati masyarakat. Justru kesederhanaan tempat, suasana akrab, serta cita rasa masakan yang dipertahankan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Ratna, anak dari pemilik Warung Nasi Bu Eha, mengatakan usaha kuliner tersebut telah diwariskan secara turun-temurun. Ia menyebut dirinya merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha keluarga tersebut.
“Saya generasi ketiga. Yang mendirikan nenek saya, terus ke ibu saya, Ibu Eha. Ibu baru tiga tahun mengelola warung, dari tahun 2023,” kata Ratna.Selasa 11 Agustus 2026.
Ratna yang kini berusia sekitar 60 tahun terlihat duduk di kursi kasir. Dengan cekatan, ia menghitung harga makanan yang diambil para pembeli sekaligus sesekali menyapa pelanggan yang sudah dikenalnya.
Kedekatan Ratna dengan pelanggan menjadi bagian dari suasana khas Warung Nasi Bu Eha. Ia mengaku sudah hafal dengan sejumlah pelanggan yang rutin datang, sehingga interaksi yang terjalin tidak sekadar antara penjual dan pembeli.
“Sudah seperti keluarga. Saya sering bertukar kabar dengan pelanggan. Tidak jarang mereka juga bertanya mengenai kondisi Bu Eha,” ujar Ratna.

Sejarah Warung Nasi Bu Eha bermula sejak 1947. Saat itu, mendiang ibu Eha membuka usaha kuliner tersebut dengan nama Warung Nasi Bu Enok, ketika kawasan Pasar Cihapit belum berdiri seperti sekarang dan masih berupa lapangan tanah merah.
Memasuki 1960, pengelolaan warung kemudian diteruskan oleh Eha. Seiring pergantian pengelola, nama warung pun berubah menjadi Warung Nasi Bu Eha, yang kemudian berkembang menjadi salah satu tempat kuliner yang dikenal masyarakat Bandung.
Popularitas Warung Nasi Bu Eha tidak hanya datang dari masyarakat umum. Selama puluhan tahun, warung tersebut juga tercatat pernah dikunjungi sejumlah tokoh, pejabat, artis, hingga figur publik yang tertarik mencicipi masakan khas Sunda.
Warung yang dikelola perempuan bernama Djulaeha atau akrab disapa Eha itu juga dikenal sebagai salah satu tempat makan favorit keluarga Presiden Soekarno. Beberapa nama yang pernah dikaitkan dengan warung tersebut antara lain Inggit Garnasih, mantan istri Soekarno, serta Guntur Soekarnoputra.
Sejumlah tokoh lainnya juga pernah mampir, di antaranya keluarga mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, artis Meriam Bellina, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Presiden Joko Widodo, pakar kuliner William Wongso, grup musik Project Pop, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga mendiang pakar kuliner Bondan Winarno.
Di tengah perubahan zaman dan perkembangan dunia kuliner yang semakin modern, Warung Nasi Bu Eha tetap mempertahankan karakter lamanya. Cita rasa makanan dan suasana sederhana yang menjadi identitas warung tersebut hingga kini masih dipertahankan.

Keberlangsungan warung selama puluhan tahun menjadi bukti bahwa sebuah tempat makan tidak selalu membutuhkan konsep modern untuk bertahan. Konsistensi rasa, hubungan dengan pelanggan, serta kekuatan sejarah justru menjadi modal penting bagi Warung Nasi Bu Eha untuk terus dikenal lintas generasi.
Bagi masyarakat yang ingin merasakan langsung suasana dan hidangan khas Warung Nasi Bu Eha, warung tersebut masih beroperasi setiap Selasa hingga Minggu. Warung buka mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB, sehingga pengunjung dapat datang sejak pagi untuk menikmati berbagai pilihan makanan yang tersedia.
Kini, Warung Nasi Bu Eha bukan sekadar tempat untuk mengisi perut. Warung tersebut menjadi bagian dari perjalanan kuliner Kota Bandung, sekaligus menyimpan cerita panjang tentang keluarga, pelanggan, dan tradisi makanan Sunda yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....