Asal Usul Keberadaan Kue Putu di Indonesia

  • 15 Mei 2026 12:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kue Putu adalah salah satu jajanan pasar yang cukup populer dan banyak disukai oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Jawa Barat. Kue yang berbahan dasar tepung beras ini memiliki keunikan, terutama cara dijualnya keliling menggunakan roda dan berbunyi suara yang khas.

Kue Putu dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat, diantaranya tepung beras, gula merah, kelapa, dan dimasak dengan cara dikukus. Perpaduan dari bahan-bahan tersebut menghasilkan rasa mani, gurih dan aroma wangi dari kelapa parut yang dikukus terlebih dahulu kemudian ditaburkan diatas kue putu yang sudah matang.

Dikutip dari laman Sajian Sedap tentang “Asal Usul Kue Putu”, menjelaskan bahwa Kue Putu Sudah Ada Sejak Era Dinasti Ming. Secara umum, di Indonesia ada dua jenis Kue Putu, yaitu Kue Putu asal Jawa dan Kue Putu asal Medan.

Kue Putu asal Jawa berwarna hijau dan Kue Putu asal Medan berwarna putih. Ternyata asal mula tentang Kue Putu ini ditemukan di China Silk Museum. Kue berwarna hijau ini sudah ada saat era Dinasti Ming, bersamaan dengan penyajian teh longjin.

Kue Putu awalnya dikenal dengan sebutan XianRoe Xiao Long, yang berarti kue dari tepung beras yang berisi kacang hijau yang amat lembut dan dikukus dalam cetakan bambu. Di Indonesia, nama Putu muncul dalam naskah sastra lama, Serat Centhini, yang ditulis pada 1814 di masa Kerajaan Mataram.

Di dalam naskah tersebut, Kue Putu muncul saat Ki Bayi Panurta meminta santrinya untuk menyediakan hidangan pagi. Pada saat itu, Kue Putu dihidangkan sebagai makanan pendamping bersama dengan serabi.

Kue Putu diduga masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya Cina ke Indonesia. Ketika Laksamana Cheng Ho mulai menyebarkan Islam ke Nusantara terjadi akulturasi kebudayaan di berbagai bidang kehidupan, termasuk kuliner.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....