Tradisi Ngaliwet Hangatkan Kebersamaan di Tanah Sunda
- 01 Apr 2026 09:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID Bandung - Tradisi ngaliwet merupakan salah satu budaya makan bersama yang tumbuh dan berkembang di tanah Sunda, khususnya diwilayah Bandung dan sekitarnya. Ngaliwet berasal dari kata “Liwet “ yang merujuk pada nasi liwet, yakni nasi yang di masak dengan bumbu sederhana namun kaya rasa. Tradisi ini bukan sekedar soal makanan, melainkan juga tentang kebersamaan dan kehangatan antar anggota keluarga maupun sahabat.
Dalam tradisi ngaliwet,nasi biasanya dimasak menggunakan kastrol atau panci dengan campuran bawang merah,bawang putih,daun salam,serai dan sedikit garam. Aroma harum yang mengepul saat nasi matang menjadi ciri khas yang menggugah selera. Lauk pendampingnya sederhana seperti ikan asin,tahu,tempe,sambal,lalapan,hingga ayam goreng.
Keunikan ngaliwet terletak pada cara penyajuannya.Nasi dan lauk pauk dihamparkan di atas daun pisang panjang,lalu disantap bersama – sama tanpa sekat.Semua orang duduk melingkar dan makan dengan tangan,menciptakan suasana akrab tanpa jarak sosial. Momen ini menjadi ruang berbagi cerita,tawa dan kebersamaan.
Secara budaya, ngaliwet mencerminkan nilai gotong royong dan kesederhanaan masyarakat Sunda. Setiap orang biasanya ikut berkontribusi,baik dalam menyiapkan bahan ,memasak,maupun merapikan setelah acara selesai. Tradisi ini mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa saling menghargai.
Di era modern,ngaliwet tidak hanya dilakukan dirumah,tetapi juga menjadi bagian dari acara komunitas,kantor bahkan kegiatan wisata kuliner. Banyak tempat makan yang mengusung konsep ngaliwet sebagai daya tarik,namun tetap mempertahankan nuansa tradisional.
Meski terlihat sederhana,tradisi ini memiliki makna mendalam. Duduk sejajar tanpa meja da kursi mengajarkan nilai kesetaraan. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah,semua menikmati hidangan yang sama dalam satu hamparan daun pisang.
Tradisi ngaliwet di tanah Sunda Menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal mewah. Dari nasi hangat ,sambal pedas dan kebersamaan,tercipta kenangan yang sulit dilupakan.Ngaliwet bukan sekedar makan bersama, melainkan warisan budaya yang terus hidup ditengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....