Tahu Baso, Buruan Warga untuk Menu Berbuka Puasa

  • 25 Feb 2026 17:11 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Memasuki bulan suci Ramadan, suasana sore hari di berbagai sudut Kota Bandung tampak semakin semarak. Aneka menu takjil dan makanan berbuka puasa berjejer menggoda selera, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian.

Salah satu yang mencuri perhatian warga adalah Tahu Baso, jajanan yang sekilas mirip baso tahu, namun memiliki ciri khas tersendiri. ‎Kuliner ini sebenarnya sudah tidak asing bagi masyarakat Kota Bandung, khususnya bagi pecinta jajanan tradisional.

Namun berbeda dengan baso tahu pada umumnya, Tahu Baso memiliki bentuk yang lebih padat dengan isian daging yang menyatu di dalam tahu. Penyajiannya pun beragam, ada yang digoreng hingga kecokelatan, ada pula yang dikukus sehingga menghasilkan tekstur lembut.

‎Bentuknya yang unik dan tampilannya yang menggugah selera membuat Tahu Baso kerap dikerumuni pembeli, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Seperti yang terlihat di kawasan Jalan Pusdai, Kota Bandung, Rabu 25 Februari 2026, lapak pedagang Tahu Baso dipadati warga yang rela mengantre untuk mendapatkan camilan favorit tersebut.

‎Rika, salah seorang pembeli, mengaku penasaran dengan Tahu Baso yang ramai diperbincangkan dan banyak diminati masyarakat.

‎“Saya tertarik karena lihat banyak yang antre. Ternyata setelah dicoba rasanya enak, gurih, dan cocok banget buat berbuka. Harganya juga terjangkau,” ujar Rika, Rabu 25 Februari 2026.

‎Menurutnya, cita rasa yang lezat serta harga yang ramah di kantong menjadi alasan utama Tahu Baso semakin dikenal dan digemari, khususnya di bulan Ramadan. Dengan isian daging yang padat dan bumbu yang meresap, kuliner ini dinilai pas sebagai menu pembuka sebelum menyantap hidangan utama.

‎Fenomena ramainya pedagang takjil di bulan Ramadan ini juga menunjukkan kekayaan ragam kuliner yang dimiliki Kota Bandung. Sepanjang Jalan Pusdai, misalnya, deretan pedagang menjajakan berbagai makanan unik dan menarik, mulai dari kolak, gorengan, aneka kue tradisional, hingga makanan berat siap santap.

‎‎Kehadiran para pedagang musiman ini tidak hanya menambah semarak suasana Ramadan, tetapi juga menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Setiap sore, kawasan tersebut berubah menjadi pusat kuliner dadakan yang dipenuhi pembeli dari berbagai kalangan.

‎‎Ramadan di Kota Bandung pun terasa semakin istimewa dengan beragam pilihan menu berbuka yang menggugah selera. Tahu Baso hanyalah salah satu contoh bagaimana kuliner tradisional tetap bertahan dan terus diminati di tengah maraknya makanan modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....