Colenak, Jajanan Tradisional Dengan Rasanya Yang Maknyus.
- 30 Jan 2026 18:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung; Di tengah menjamurnya tren kuliner kekinian, jajanan tradisional khas Sunda bernama Colenak tetap bertahan sebagai salah satu kuliner legendaris yang digemari lintas generasi. Rasanya yang khas, manis, dan legit membuat colenak tak kehilangan penggemar, baik dari kalangan orang tua hingga anak muda.
Colenak, singkatan dari "dicocol enak", merupakan makanan tradisional berbahan dasar tape singkong (peuyeum) yang dibakar lalu disiram dengan saus gula merah dan kelapa parut. Makanan ini mudah ditemukan di berbagai wilayah di Jawa Barat, terutama di Kota Bandung yang memang dikenal sebagai surganya kuliner khas daerah.
“Rasa manisnya pas, apalagi kalau dimakan siang-siang bareng teh pahit, mantap banget,” ujar Jaja, seorang penikmat colenak yang ditemui di kawasan Cicaheum, Kota Bandung.
Colenak tidak hanya menyajikan cita rasa yang manis dan legit, tapi juga menyimpan cerita sejarah kuliner yang panjang. Dulu, jajanan ini banyak ditemukan di warung-warung kaki lima atau halaman rumah, dan kini tetap eksis di sejumlah titik kuliner seperti Cicaheum dan area Car Free Day Gasibu, Jalan Cilaki.
Kunci kelezatan colenak ada pada bahan dasarnya. Tape singkong yang digunakan harus benar-benar matang namun masih padat, kemudian dibakar agar aromanya keluar. Setelah itu disiram dengan saus yang terbuat dari gula aren dan kelapa parut yang direbus bersama gula, menciptakan aroma yang wangi dan rasa yang gurih.
“Jajanan jadul, tapi rasanya tetap khas dan nggak pernah bosan. Pokoknya mantep,” tambahnya.
Salah satu pedagang colenak yang setia menjaga tradisi ini adalah Adeng, yang mengaku telah berjualan colenak sejak tahun 2003.
“Saya biasa jualan di daerah Cicaheum. Tapi kalau hari Minggu pindah ke Gasibu, tepatnya di Jalan Cilaki. Sudah dari 2003 sampai sekarang masih jualan colenak,” tuturnya. Jumat 30 Januari 2026
Menurutnya, pembeli colenak kini semakin beragam. Tidak hanya orang tua yang ingin bernostalgia, tetapi juga banyak anak-anak muda yang penasaran dan ingin mencicipi kuliner tradisional yang mulai jarang ditemui.
“Alhamdulillah, anak muda juga sekarang banyak yang beli. Mereka penasaran sama jajanan zaman dulu tapi rasanya tetap enak,” tutur Adeng.
Colenak bukan sekadar jajanan, melainkan bagian dari identitas kuliner Sunda yang patut dilestarikan. Di tengah arus modernisasi dan makanan cepat saji, keberadaan colenak menjadi pengingat bahwa cita rasa Indonesia tak kalah istimewa dengan makanan modern.
Pemerintah Kota Bandung dan pelaku UMKM pun diharapkan terus mendorong promosi kuliner lokal, seperti colenak, agar tetap dikenal dan dinikmati generasi masa kini.
Colenak, dengan segala kesederhanaannya, telah membuktikan bahwa makanan tradisional tetap bisa bertahan dan dicintai. Rasanya yang autentik, proses pembuatannya yang penuh kearifan lokal, serta kisah para pedagangnya yang penuh semangat, menjadikan colenak sebagai bagian penting dari kekayaan budaya kuliner Bandung
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....