Tantangan Lulusan SMK Belum Jadi Karyawan Tetap
- 29 Sep 2025 16:38 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Meski peluang kerja ke luar negeri bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus terbuka, tantangan besar masih menghadang, mulai dari rendahnya kepercayaan diri hingga kurangnya penguasaan bahasa asing.
Wakil Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Purwantono, secara gamblang menyebutkan bahwa banyak lulusan SMK yang ke luar negeri hanya sebagai peserta magang, bukan sebagai karyawan tetap. “Harus ada transformasi dari helper menjadi worker, dan dari worker menjadi employee yang memiliki karya. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah besar,” katanya, dalam keterangannya, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, ada empat kelemahan mendasar yang perlu diatasi siswa SMK agar bisa bersaing secara global: kurang percaya diri, lemahnya kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan keterbatasan penguasaan bahasa Inggris. “Tanpa kemampuan itu, mereka akan tertinggal,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia, Abdi Danar Prabawa, menegaskan pentingnya standar kompetensi yang jelas dalam pendidikan vokasi. “Fokus pemerintah bukan sekadar mengirim pekerja, tapi memastikan mereka kompeten dan terlindungi, termasuk dalam hal kemampuan berbahasa dan soft skill lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Dua Tersangka Pembacokan di Rancasari Diringkus Polisi
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membangun kolaborasi dengan Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem informasi kerja luar negeri yang lebih transparan dan mudah diakses siswa SMK.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Edy Purwanto, menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja. “Jika karakter dan pendidikannya kuat, lulusan SMK bisa bekerja di mana pun,” ungkapnya.
Ia pun memperkenalkan pendekatan Panca Waluya sebagai strategi membentuk lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha dan melanjutkan pendidikan. “Sekolah harus berpikir jauh ke depan, menyiapkan skill dan kemampuan bahasa asing sejak dini,” tegas Edy.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jabar memberikan pengetahuan vokasi kepada 150 siswa SMK dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Selain mendapatkan paparan dari para ahli, mereka juga mendengarkan kisah inspiratif dari alumni SMK yang telah bekerja di luar negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....