Dominasi Bank Umum Tertinggi, OJK Jabar Dorong Penguatan Sektor Perbankan
- 06 Agt 2026 11:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja sektor perbankan di wilayah Jawa Barat pada periode Juni 2026 masih didominasi secara signifikan oleh kelompok Bank Umum. Berdasarkan fungsi intermediasi, peta kekuatan pangsa pasar (market share) perbankan masih berpusat pada Bank Umum jika dibandingkan dengan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS).
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengungkapkan, dominasi Bank Umum tercermin jelas dari penguasaan total aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga penyaluran kredit.
"Per Juni 2026, perbankan Jawa Barat didominasi oleh Bank Umum dengan market share Aset sebesar 96,94 persen, DPK sebesar 97,17 persen, dan Kredit mencapai 97,79 persen," ujar Darwisman, Kamis 6 Agustus 2026.
Dari sisi nilai nominal, total aset Bank Umum di Jawa Barat terus menunjukkan tren peningkatan dari Rp979 triliun pada Juni 2024 menjadi Rp992 triliun pada Juni 2025, dan melonjak hingga Rp1.049 triliun per Juni 2026. Sementara itu, aset BPR dan BPRS berada pada angka Rp33 triliun atau berkontribusi sebesar 3,06 persen dari total aset perbankan di Jawa Barat.
Darwisman menjelaskan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan positif yang solid pada kelompok Bank Umum. Dana simpanan masyarakat di Bank Umum menembus angka Rp749 triliun pada Juni 2026, naik signifikan dari posisi Rp690 triliun pada Juni 2025 dan Rp668 triliun pada Juni 2024.
"Di sisi lain, DPK BPR dan BPRS stabil di angka Rp21 triliun dengan pangsa pasar 2,83 persen. Porsi BPR dan BPRS ini cenderung bertahan konstan pada kisaran 2 hingga 3 persen dalam tren dua tahun terakhir," katanya menambahkan.
Untuk penyaluran kredit dan pembiayaan, Bank Umum menyalurkan dana hingga Rp1.096 triliun pada Juni 2026, naik dari Rp1.008 triliun pada Juni 2025. Sedangkan BPR/BPRS menyalurkan kredit sebesar Rp24 triliun atau setara dengan pangsa pasar 2,21 persen.
Secara umum, pertumbuhan penyaluran pembiayaan di Jawa Barat dinilai masih berada dalam koridor yang kuat. Kinerja positif ini terutama didorong oleh peningkatan aktivitas intermediasi pada berbagai segmen ekonomi masyarakat.
Selain perbankan konvensional dan syariah, dinamika juga terlihat pada sektor Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech lending. Jumlah rekening aktif LPBBTI melonjak pesat sebesar 17,30 persen dari 6.097.879 rekening pada Juni 2025 menjadi 7.152.695 rekening pada Juni 2026, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp23,94 triliun.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan BPR/BPRS yang mengalami penurunan jumlah rekening sebesar 5,91 persen dari 757.685 rekening menjadi 712.927 rekening, meskipun nominal pembiayaannya tetap tumbuh tipis dari Rp24,09 triliun menjadi Rp24,77 triliun. OJK Jawa Barat terus berkomitmen melakukan pengawasan dan pemanduan agar iklim keuangan di Jawa Barat tetap sehat, inklusif, serta bertumbuh secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....