OJK Jabar Dorong Kemandirian Finansial Tunanetra Melalui Program 'DIA KITA'

  • 02 Jul 2026 16:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan. Kali ini, fokus diarahkan kepada kelompok masyarakat penyandang disabilitas di Kota Kembang.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui program bertajuk "DIA KITA" atau Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta. Program ini dirancang khusus untuk membuka akses keuangan yang lebih adil bagi warga berkebutuhan khusus.

Sebagai bagian dari rangkaian program tersebut, OJK Jabar menggelar edukasi keuangan bagi anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Bandung. Kegiatan ini berlangsung di Aula SLB Negeri A Bandung, pada Rabu kemarin.

Tidak sendirian, OJK Jabar menggandeng sejumlah mitra strategis dalam mengedukasi para penyandang disabilitas netra ini. Di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb), pengurus PERTUNI Kota Bandung, serta Duta Literasi Keuangan OJK Jabar, Farizy Yunaz.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa akses terhadap layanan keuangan bukan lagi sebuah privilese. Menurutnya, hal tersebut merupakan hak dasar yang harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Literasi dan akses keuangan merupakan kebutuhan dan hak dasar bagi setiap orang. Melalui edukasi yang tepat, penyandang disabilitas diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih baik, meningkatkan kemandirian finansial, serta terhindar dari berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal," ujar Darwisman dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Rabu 1 Juli 2026.

Upaya masif ini sengaja digenjot mengingat masih adanya ketimpangan data di lapangan. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), kepemilikan rekening di kalangan penyandang disabilitas tercatat masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan kelompok nondisabilitas.

Selain urusan kepemilikan rekening, akses untuk mendapatkan kredit serta pembiayaan formal dari lembaga keuangan resmi juga dinilai belum optimal bagi kelompok disabilitas. Kondisi inilah yang mendorong OJK Jabar untuk bergerak lebih agresif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, para peserta tidak hanya dibekali teori perencanaan keuangan oleh perencana keuangan bersertifikat. Bank bjb juga turut mengenalkan produk perbankan mereka melalui program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu atau PESAT.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, OJK Jabar berharap dapat meruntuhkan tembok pembatas bagi penyandang disabilitas. Muaranya, diharapkan semakin banyak warga disabilitas di Bandung yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengakses produk keuangan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....