OJK Dorong Penguatan BPR-BPRS lewat Momentum Hari Nasional di Bandung
- 15 Jun 2026 17:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Lapangan Tegalega Kota Bandung mendadak biru oleh lautan manusia pada Sabtu pagi. Lebih dari sepuluh ribu peserta memadati kawasan tersebut untuk merayakan Hari Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR-BPRS) Nasional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat turut ambil bagian secara aktif dalam perhelatan akbar ini. Mengusung tema "Langkah BPR–BPRS untuk Negeri, Ekonomi Rakyat Maju", kehadiran massa yang masif menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat terhadap inklusi keuangan.
Kemeriahan acara sudah terasa sejak matahari belum tinggi, dimulai dengan senam bersama lalu dilanjutkan dengan pelepasan peserta fun walk sejauh lima kilometer. Tidak hanya olahraga, ajang ini juga dimeriahkan oleh lomba band antar universitas, pertunjukan seni budaya, hingga bazar UMKM.
Sebagai bentuk dukungan riil, OJK Jawa Barat sengaja membuka layanan langsung di lokasi acara. Warga yang hadir bisa memanfaatkan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) serta berkonsultasi mengenai urusan pembiayaan secara gratis.
Langkah jemput bola ini dihadirkan untuk membantu masyarakat memahami riwayat kredit mereka agar terhindar dari jeratan investasi ilegal. OJK meyakini, kejelasan informasi keuangan yang akurat mampu memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat rumah tangga.
Hadir langsung di tengah acara, Kepala Departemen Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Bernard Widjaja. Ia menegaskan posisi krusial BPR dan BPRS yang selama ini menjadi penyokong utama permodalan para pelaku usaha mikro di daerah.
“BPR dan BPRS adalah garda terdepan dalam melayani sektor UMKM dan masyarakat kecil. Melalui momentum Hari BPR–BPRS Nasional, kami ingin memastikan masyarakat semakin cerdas dalam menggunakan layanan keuangan. Kehadiran layanan SLIK dan konsultasi di lokasi acara adalah wujud komitmen OJK untuk mendekatkan akses informasi keuangan yang transparan dan terpercaya,” ujar Bernard dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI, Senin 15 Juni 2026.
Acara ini juga menjadi panggung sinergi lintas sektor karena dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR Mustofa, Anggota Dewan Komisioner LPS Doddy Zulverdi, serta Direktur Pengawasan LJK OJK Provinsi Jabar Melati Usman. Kehadiran para regulator dan perwakilan pemerintah daerah ini mempertegas komitmen bersama dalam mengawal ekonomi rakyat.
OJK memastikan bahwa penguatan terhadap ekosistem BPR-BPRS di Jawa Barat tidak akan berhenti pada momentum seremonial ini saja. Program literasi keuangan yang masif dan pengawasan perilaku pasar akan terus dilanjutkan secara konsisten di berbagai daerah.
Melalui langkah kolaboratif tersebut, OJK berkomitmen penuh untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Harapannya, BPR-BPRS dapat terus berjalan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....