Kredit UMKM dan KUR Tetap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Jabar
- 12 Jun 2026 15:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus memperluas dan memperdalam akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan penyaluran Kredit UMKM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Data posisi Maret 2026 mencatat total kredit UMKM di Jawa Barat mencapai Rp186,4 triliun dengan lebih dari 3,45 juta rekening yang menandai skala dukungan yang semakin luas terhadap pelaku usaha UMKM di berbagai wilayah.
Capaian tersebut menegaskan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Kredit UMKM dan KUR tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendanaan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan produktivitas, perluasan pasar, dan penguatan daya saing di tengah dinamika ekonomi nasional. Dengan pembiayaan yang lebih inklusif, pelaku UMKM memiliki ruang untuk berinovasi dan bertransformasi menuju usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman mengatakan, berdasarkan sektor ekonomi dan lokasi proyek (non-bank), penyaluran terbesar terserap pada Perdagangan Besar dan Eceran serta Industri Pengolahan, masing-masing menyumbang 48,52 persen dan 15,25 persen dari total kredit UMKM. Secara tahunan (yoy), kedua sektor ini mengalami kontraksi 5,51 persen dan 2,46 persen, seiring meningkatnya risiko kredit yang berdampak pada penurunan pembiayaan. "Penurunan terutama terjadi pada Perdagangan Besar dan Eceran (Rp5,27 triliun), Industri Pengolahan (Rp718,14 miliar), Pengangkutan dan Pergudangan (Rp467,54 miliar), serta Aktivitas Jasa Lainnya (Rp344,42 miliar),"ungkap Darwisman dalam keterangan tertulisnya, Jumat 12 Juni 2026.
Di sisi lain, sejumlah sektor tetap menunjukkan pertumbuhan dengan profil risiko relatif rendah, antara lain Real Estate yang tumbuh 24,40 persen yoy dengan NPL gross 3,17 persen. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan juga berkontribusi signifikan dengan penyaluran Rp15,33 triliun (8,22 persen).
Distribusi kredit di sektor perdagangan terutama terakumulasi di wilayah dengan populasi jumlah penduduk yang besar dan aktivitas ekonomi tinggi seperti Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Jumlah pelaku UMKM yang besar, iklim usaha yang kondusif, serta kedekatan geografis dengan Jakarta yang didukung infrastruktur bandara dan pelabuhan internasional memperkuat daya serap pembiayaan dan merefleksikan keterkaitan langsung antara akses kredit dan dinamika ekonomi lokal.
Penyaluran KUR kepada 144.406 pelaku usaha mencapai Rp9,43 triliun, dengan outstanding Rp8,87 triliun. Pencapaian tersebut terdiri dari KUR Mikro sebesar Rp5,28 triliun dengan 125.774 rekening dan KUR Kecil sebesar Rp2,06 triliun dengan 8.157 rekening, dan sisanya masuk ke kategori KUR lainnya. Provinsi Jawa Barat menempati peringkat ketiga nasional dalam penyaluran KUR setelah Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Skema KUR terbukti efektif mendukung kebutuhan modal kerja maupun investasi pelaku usaha kecil, dan pelaksanaannya di Jawa Barat disertai pengawasan ketat untuk menjaga kualitas kredit.
Lebil lanjut dikatakan Darwisman, momentum penguatan pembiayaan UMKM dan KUR berjalan seiring dengan pelaksanaan Bulan Literasi Keuangan 2026. "OJK Jawa Barat mengintegrasikan program edukasi keuangan yang ditujukan agar UMKM semakin cakap mengelola pembiayaan, memahami risiko, dan memanfaatkan layanan keuangan digital. Dengan demikian, literasi keuangan menjadi pelengkap akses pendanaan, sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga pengetahuan untuk tumbuh secara berkelanjutan,"katanya.
Selain memperluas akses, OJK Jawa Barat menekankan perlindungan konsumen serta pengawasan terhadap praktik keuangan ilegal. Edukasi berprinsip Legal dan Logis terus diperkuat guna mencegah pelaku UMKM terjerat pinjaman online ilegal dan investasi bodong. Dengan langkah ini, penyaluran Kredit UMKM dan KUR diharapkan memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
OJK Jawa Barat memastikan kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, sektor perbankan, dan komunitas UMKM akan terus diperluas. Kredit UMKM dan KUR bukan sekadar indikator statistik, melainkan instrumen nyata pendorong aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Dengan dukungan ekosistem yang sehat dan sinergi yang konsisten, UMKM diharapkan semakin kokoh menjadi pilar utama stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....