UMKM Jabar Jadi Motor Ekonomi, Darwisman: Penyaluran Kredit dan KUR Tumbuh
- 07 Apr 2026 17:30 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui penyaluran kredit dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jawa Barat kembali mencatatkan capaian yang menempatkannya sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar secara nasional.
Kepala OJK Jabar Darwisman menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, total kredit UMKM di Jawa Barat mencapai Rp186 triliun, atau 12,51 persen dari total nasional. Angka ini menempatkan Jawa Barat di posisi kedua terbesar setelah Jawa Timur. “Capaian ini menunjukkan peran strategis Jawa Barat dalam menopang pembiayaan produktif nasional,” ujar Darwisman, Rabu 7 April 2026.
Jumlah rekening kredit UMKM di Jawa Barat tercatat sebanyak 3,5 juta rekening, dengan lima daerah penyumbang terbesar yakni Kota Bandung (Rp25,05 triliun), Kabupaten Bekasi (Rp16,80 triliun), Kabupaten Bogor (Rp15,45 triliun), Kabupaten Bandung (Rp13,54 triliun), dan Kota Bekasi (Rp12,41 triliun). Tingginya jumlah penduduk, aktivitas ekonomi yang dinamis, serta keberadaan pelaku UMKM yang masif menjadikan wilayah-wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus motor penyaluran kredit UMKM.
Selain itu, penyaluran KUR di Jawa Barat juga menunjukkan tren positif. Per Januari 2026, sebanyak 48.342 pelaku usaha telah memanfaatkan KUR dengan total penyaluran mencapai Rp3,04 triliun dan outstanding sebesar Rp2,94 triliun. Skema KUR Mikro mendominasi dengan porsi 60,28 persen dari total outstanding. “Penyaluran KUR di Jawa Barat menempati posisi ketiga terbesar secara nasional setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini menunjukkan tingginya pemanfaatan fasilitas pembiayaan produktif oleh pelaku usaha di Jawa Barat,” tambah Darwisman.
Berdasarkan kabupaten/kota, penyaluran KUR terbesar tercatat di Kabupaten Bogor (Rp266,87 miliar), Kabupaten Bekasi (Rp235,04 miliar), Kabupaten Bandung (Rp220,02 miliar), Kabupaten Garut (Rp181,37 miliar), dan Kota Bandung (Rp166,67 miliar). Faktor jumlah penduduk, kawasan industri, serta komunitas ekonomi aktif memperkuat peran daerah-daerah tersebut sebagai penggerak utama penyaluran KUR.
Darwisman menegaskan OJK Jabar akan terus mendorong optimalisasi penyaluran kredit UMKM dan KUR, sekaligus memperkuat pengawasan agar kualitas pembiayaan tetap terjaga. “Tujuan akhirnya jelas: pembiayaan yang sehat, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....