Pasar Modal, PVML dan PPDP Tumbuh, Darwisman: Perekonomian Jabar di Track Positif
- 07 Apr 2026 16:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jawa Barat, Darwisman mengungkapkan, Pertumbuhan inklusi keuangan di Jawa Barat terus menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) di provinsi ini mencapai 4.031.296, tumbuh 36,85 persen secara tahunan.
Angka tersebut mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap produk pasar modal, dengan dominasi reksadana sebesar 36,01 persen, saham 37,66 persen, dan Surat Berharga Negara (SBN) 20,81 persen.
Tidak hanya itu, kinerja transaksi saham juga mencatat lonjakan signifikan. Nilai transaksi saham di Jawa Barat pada periode yang sama telah menembus Rp61,45 triliun. Angka ini meningkat 146,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan geliat investasi yang semakin kuat di daerah.
Perkembangan sektor pembiayaan turut memperkuat ekosistem keuangan. Data Desember 2025 menunjukkan penyaluran pembiayaan oleh Perusahaan Pembiayaan mencapai Rp80,15 triliun, naik tipis 0,25 persen dari tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat 3,09 persen, masih dalam batas kewajaran.
Modal Ventura juga menunjukkan peran yang semakin nyata. Penyaluran pembiayaan oleh perusahaan modal ventura naik 8,29 persen yoy, dari Rp2,95 triliun menjadi Rp3,20 triliun. Meski rasio NPL berada di level 4,37 persen, tren pertumbuhan ini menandakan dukungan terhadap wirausaha dan inovasi lokal.
Sementara itu, Penyaluran pembiayaan melalui platform ini mencapai Rp23,94 triliun, tumbuh 22,39 persen yoy. Tingkat wanprestasi (TWP) 90 hari tercatat 3,29 persen, menunjukkan tantangan pengelolaan risiko yang perlu terus diantisipasi.
Pada Desember 2025, total aset dana pensiun mencapai Rp22,81 triliun, naik 3,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan perlindungan sosial masyarakat.
OJK menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sektor keuangan. “OJK Jawa Barat akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, agar sektor jasa keuangan tetap tangguh, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman. Rabu 7 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....