OJK Jabar Antisipasi Dampak Geopolitik, Dorong Efisiensi dan Kedaulatan Ekonomi

  • 01 Apr 2026 15:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mengantisipasi potensi dampak perang Israel–Iran terhadap perekonomian daerah. Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyebutkan sejumlah langkah strategis yang tengah dilakukan, mulai dari efisiensi energi hingga penguatan produk unggulan lokal.

“Pemerintah sudah mengambil langkah lebih awal, salah satunya dengan kebijakan work from anywhere (WFA). Ini bisa menjadi penghematan besar, terutama bahan bakar, listrik, dan air. Kalau dilakukan serentak secara nasional, dampaknya akan signifikan,” ujar Darwisman. Rabu 1 April 2026.

Darwisman menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran, dengan memprioritaskan kebutuhan yang mendesak dan menunda belanja yang tidak terlalu urgent. “Langkah efisiensi ini kunci agar kita bisa bertahan menghadapi situasi global,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan WFA dinilai mampu menekan konsumsi BBM secara nasional. Jika diterapkan satu hari per minggu, ditambah akhir pekan, maka dalam sebulan bisa terjadi penghematan hingga 12 hari kerja.

OJK juga mendukung langkah pemerintah pusat dalam memperkuat kedaulatan energi dan pangan melalui proyek strategis. Darwisman menilai ekspansi kerja sama internasional, termasuk kunjungan ke Jepang, membuka peluang besar bagi pengembangan sektor energi dan pangan.

“Dengan dukungan pemerintah, kami di daerah akan terus bersinergi untuk mengoptimalkan produk unggulan lokal yang berdampak cepat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Darwisman mencontohkan sejumlah komoditas yang tengah didorong di Jawa Barat, seperti domba, susu sapi perah, pisang parates kapendis, kopi, kakao, telur, kentang Garut, nanas Subang, hingga ikan nila. Produk-produk ini dinilai mampu memperkuat kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat.

“Langkah konkret ini bisa dilakukan langsung oleh masyarakat dengan literasi keuangan yang baik. Saya yakin ini akan memperkuat daya tahan ekonomi kita,” tegasnya.

Darwisman optimistis, jika proyek infrastruktur yang digagas pemerintah daerah dapat direalisasikan, maka akan mendorong aktivitas perdagangan dan perputaran uang di Jawa Barat. “Semua langkah ini adalah antisipasi agar ekonomi tetap solid di tengah eskalasi geopolitik,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....