BI dan Pemprov Jabar Jaga Pasokan-Stabilitas Harga

  • 05 Feb 2026 19:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Kuningan – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muhamad Nur mengungkapkan, pengendalian inflasi merupakan upaya untuk melindungi daya beli masyarakat. Hal tersebut dikatakan Muhamad Nur, disela acara Pasamoan Agung 2026, pertemuan tingkat tinggi TPID dan TP2DD di Alun-alun Kabupaten Kuningan Kamis 5 Februari 2026.

Dikatakannya juga, tekanan inflasi saat ini cenderung meningkat pada komoditas pangan (Kepokmas) menjelang Ramadan. “ Kita memasuki periode krusial. Untuk itu perlu langkah antisipatif lintas instansi untuk memperkuat sejak dini,”ucap Muhamad Nur.

Pertemuan yang digelar Bank Indonesia Jawa Barat ini menurut Muhamad Nur, merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas inflasi, pasokan pangan, serta mempercepat digitalisasi layanan publik. Upaya itu untuk kesejahteraan masyarakat menjelang hari besar keagamaan nasional.

“Memasuki awal 2026, Jabar mencatat performa ekonomi yang positif dengan kondisi deflasi. Hal ini didorong dengan membaiknya pasokan pangan seiring masuknya masa panen, tapi tetap harus diwaspadai risiko cuaca ekstrem dan gangguan distribusi,”ucapnya.

Pada pertemuan yang dihadiri kepala daerah kabupaten/kota Jawa Barat, disepakati delapan langkah konkret yang berfokus pada kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut yakni penguatan pemantauan harga dan pasokan secara real time, sinergitas koordinasi lintas sekoral, optimalisasi operasi pasar dan pasar murah yang tepat sasaran serta penguatan kerja sama antar daerah untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar.

Baca juga:Harga Beras di Pasar Astana Anyar Masih Stabil

Kemudian juga memperkuat koordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk mengantisipasi risiko pasokan dan distribusi, mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah daerah, meningkatkan seluruh aspek dalam penilaian TP2DD melalui kebijakan sinergi fiskal pusat dan daerah, serta mengoptimalkan implementasi Kartu Kredit Indonesia. “Di sisi lain, digitalisasi daerah terus dipercepat sebagai alat untuk memudahkan hidup masyarakat sekaligus mendukung akselerasi pendapatan pemerintah daerah,”ucap Muhamad Nur.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan memastikan ketersediaan pangan serta stabilitas harga kebutuhan masyarakat. “Saya tadi memberikan pesan kepada bupati dan wali kota untuk terus memantau ketersediaan pasokan makanan, pangan, bahan pokok jelang Ramadan dan Idulfitri ini,”ucap Erwan.

Erwan juga mengatakan bila ketersediaan sudah mencukupi, maka stabilitas harga dapat terjaga. Erwan juga meminta kepada daerah untuk mewaspadai cuaca ekstrem saat ini yang tidak menentu, karena dapat mempengaruhi pasokan hingga stabilitas harga.

“Jangan sampai pasokan bahan bahan pokok ini terkendala masalah cuaca. Kepada para kepala daerah dan tim PPID untuk terus berkolaborasi dengan BMKG maupun BPBD,”pinta Erwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....